Kisah Petugas Damkar yang Nyaris Dihakimi Warga Hingga Ganggu Hajatan saat Padamkan Api

Ari yang kini menjabat sebagai Kepala Peleton Grup A Sektor IX Pasar Minggu itu hampir dihujani bogem mentah oleh massa

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Kepala Peleton Grup A Sektor Pasar Minggu, Ari Santoso pada Kamis (28/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Selama menjadi petugas pemadam kebakaran (damkar), Ari Santoso banyak memiliki pengalaman yang tak terlupa.

Satu di antaranya momen dimana nyawanya hampir terenggut saat hendak memadamkan kobaran api.

Ari yang kini menjabat sebagai Kepala Peleton Grup A Sektor IX Pasar Minggu itu hampir dihujani bogem mentah oleh massa yang geram saat petugas damkar telat datang memadamkan api yang terjadi di pasar Cipadu.

Padahal, lanjut Ari, telatnya damkar datang bukan berasal dari kesalahan pihaknya melainkan laporan baru tiba saat api sudah memberangus pasar itu.

"Kami berempat menuju lokasi kebakaran dari Cipete ke Tangerang untuk memadamkan api di pasar Cipadu. Kita itu kesana telat datang karena laporan masuk lama," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Kamis (28/2/2019) di Pos Damkar Pasar Minggu.

Saat tiba di lokasi, bukannya diberikan jalan untuk memadamkan api, warga sekitar malah meradang melihat petugas damkar.

"Sampai di lokasi dikejar massa, saya melihat warga ada yang membawa celurit dan segala macamnya. Petugas kami ada yang lari menyelamatkan diri," kenangnya.

Ia hampir terkena sasaran amukan warga lantaran Ari diselamatkan oleh tiga orang warga.

"Saya untungnya diselamatkan oleh tiga orang yang hendak didekati oleh warga yang marah. Saya enggak mungkin lari karena mobil pemadam ini tanggung jawab saya, saya dulu bertugas sebagai sopir pemadam," paparnya.

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran RSUD Kota Tangerang

Kejadian itu, kenang Ari, terjadi saat malam takbiran menjelang shalat Idul Fitri.

"Sampai akhirnya kita melakukan proses pendinginan di area pasar yang terbakar itu. Kemudian paginya kita menjalanlan shalat ied bersama sama. Setelah shalat warga berterimakasih kepada petugas damkar," bebernya.

Bagi Ari, momen itu tak akan terlupa selama bertugas dan mengabdi melawan api.

"Untungnya pasar yang terbakar itu tak memberangus permukiman warga di sekitarnya," katanya.

Selain itu, ia memiliki pengalaman lucu saat hendak memadamkan kobaran api di sebuah rumah.

"Waktu itu kami hendak memadamkan api di Cipulir. Jalan ke tkp sempit, saat masuk ada orang hajatan. Karena mobil mau melintas akhirnya tenda orang hajatan itu dilepas dulu baru kita bisa lewat," kelakar Ari.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved