Melihat Proses Pengambilan Beras di Mesin ATM Beras Masjid Jami Raudlatul Jannah Tanjung Priok

Menurut Barnas, dengan terdatanya 33 orang itu tidak mungkin terjadi kecurangan pada saat pengambilan jatah beras.

Melihat Proses Pengambilan Beras di Mesin ATM Beras Masjid Jami Raudlatul Jannah Tanjung Priok
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
ATM Beras di Masjid Jami Raudlatul Jannah yang beralamat di Jalan Swausaha No. 17, RW 10, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - 33 kaum duafa dipilih menjadi pemegang kartu ATM Beras Masjid Jami Raudlatul Jannah yang beralamat di Jalan Swausaha No. 17, RW 10, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sejak 13 Januari 2019 lalu, para pemegang kartu sudah bisa mengambil jatah mereka dari mesin ATM Beras yang diletakkan di pintu utama masjid.

Ketua DKM Masjid Jami Raudlatul Jannah, Barnas Sumantri menjelaskan, 33 pemegang kartu dipilih berdasarkan pertimbangan DKM masjid.

Pihak DKM Masjid Jami Raudlatul Jannah sebelumnya juga telah melakukan survei langsung kepada siapa saja yang pantas memegang kartu ATM Beras.

Ada ATM Beras di Masjid Jami Raudlatul Jannah Tanjung Priok yang Bantu 33 Kaum Duafa

Selain mereka yang aktif sebagai jamaah masjid, 33 pemegang kartu ATM Beras dipilih berdasarkan predikat mereka sebagai kaum duafa dengan kemampuan ekonomi yang benar-benar rendah.

"Kami nilai mereka yang benar-benar aktif berjamaah di masjid. Itu pun kami pilih yang duafa, bukan semua yang aktif jamaah. Kan kita sudah punya data juga pas mereka jadi penerima zakat atau daging kurban ya," kata Barnas ketika ditemui Rabu (27/2/2019) malam.

Barnas melanjutkan, 33 orang itu sudah diberikan kartu ATM Beras dengan nama mereka masing-masing. Identitas mereka juga sudah terdata secara lengkap di sistem komputer masjid tersebut yang disesuaikan dengan jadwal pengambilan.

VIDEO ATM Beras di Masjid Jami Raudlatul Jannah Tanjung Priok

Menurut Barnas, dengan terdatanya 33 orang itu tidak mungkin terjadi kecurangan pada saat pengambilan jatah beras.

"Semua sudah disetting di komputer. Jadi dia udah ngambil sekali, mau ngambil satu jam kemudian lah itu pun nggak bakal bisa. Besoknya pun udah nggak bisa," kata Barnas.

Jadwal pengambilan dari mesin ATM Beras yang dimaksud yaitu setiap hari Rabu dan Minggu, tepatnya selepas salat isya.

Setiap pengambilan, pemegang kartu ATM bisa mendapatkan jatah beras yang dibatasi satu orang dua liter.

"Kenapa Rabu dan Minggu, karena kita sesuaikan dengan jadwal kajian Islam di sini. Minggu juga ada kajian. Kenapa kita ambil pas ada kajian, biar semuanya dapat. Dapat pahala, dapat ilmu, dapat beras. Itu yang dimaksud ke situ. Ini untuk mereka," tandas Barnas.

Adapun kapasitas mesin ATM Beras ini bisa menampung hingga 450 liter beras. Sementara setiap bulannya pihak masjid menampung kiriman 440 kilogram beras dari penyedia mesin ATM Beras, Forum Ukhuwah Islamiyah Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FUI Iluni FKUI).

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved