Telkomsel Janji Teruskan Keluhan Pedagang ke BRTI Soal Penghangusan Nomor Teregistrasi

Manager Corporate Communication Telkomsel area Jabodetabek Jabar, Aldin Hasyim, mengatakan regulasi penghangusan itu membuat resah pedagang.

Telkomsel Janji Teruskan Keluhan Pedagang ke BRTI Soal Penghangusan Nomor Teregistrasi
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Manager Corporate Communication Telkomsel area Jabodetabek Jabar, Aldin Hasyim, di depan kantor Telkomsel BSD Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (28/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Telkomsel berjanji akan meneruskan keluhan para penjual nomor perdana yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Seluler Indonesia (KNCI) terkait regulasi dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang menghanguskan nomor yang sudah diregistrasi.

Setelah menemui puluhan anggota KNCI, Manager Corporate Communication Telkomsel area Jabotabek - Jabar, Aldin Hasyim, menangkap aduan dari para mitra operator seluler itu.

KNCI resah dengan regulasi penghangusan nomor yang sudah diregistrasi. Terlebih para pedagang memiliki nomor-nomor cantik yang dianggap memiliki nilai lebih sehingga dihargai mahal.

"Nomor-nomor yang hangus sebagai pedagang kartu perdana mereka punya nomor-nomor cantik yang dalam tanda kutip harganya mahal-mahal," ujar Aldin, di depan kantornya, Serpong, Tangsel, Kamis (28/2/2019).

Usulan yang disampaikan puluhan anggota KNCI yang hadir ke kantor Telkomsel itu ditampung.

"Kami menampung dari teman-teman KNCI," ujarnya.

BREAKING NEWS Ada Gangguan, KRL Rute Bogor-Angke Tersambar Petir di Stasiun Tanjung Barat

Sebagai operator, Telkomsel akan menyampaikan keresahan pedagang itu kepada regulator, dalam hal ini BRTI.

"Tapi memang nanti keputusan keluarnya dari pihak BRTI dan kementerian yang memang berkompeten untuk membuat kebijakan," jelasnya.

Aldin mengatakan dari kebijakan penghangusan yang mulai dijalankan per 21 Februari 2019 itu, sekira satu jutaan kartu perdana Telkomsel hangus.

Sebenarnya Telkomsel tidak dirugikan, karena pihaknya masih cukup memiliki stok kartu perdana.

Namun sebagai mitra, antara operator dengan pedagang, Telkomsel akan membantu solusi yang menjadi keresahan warga.

"Kita dengan pedagang kan mitra," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved