Wali Kota Jaksel Sebut Ratusan Bank Sampah di Wilayahnya Masih dalam Kondisi yang Minim

Marullah menjelaskan berdasarkan data yang dihimpunnya, Bank Sampah Induk di bilangan Menteng Atas belum optimal.

Wali Kota Jaksel Sebut Ratusan Bank Sampah di Wilayahnya Masih dalam Kondisi yang Minim
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana PSN bersama Wakil Wali Kota Jaksel Isnawa Adji dan Kasudin LH Jaksel, Syarifudin di Tanjung Barat pada Jumat (1/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Di wilayah Jakarta Selatan, tersebar sekira 460 unit bank sampah di tingkat RW maupun Kelurahan.

Namun, pengoperasian dari bank sampah yang berada di permukiman dinilai masih kurang efektif menjaring sampah.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali sempat menanggapi kondisi itu saat acara kampanye Hari Peduli Sampah Nasional 2019 bersama sejumlah karyawan PT SMI di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (25/2/2019) silam.

"Kita sebenarnya punya 460-an bank sampah unit. Kemudian kita punya bank sampah induk (BSI) di Menteng Atas. Rata-rata masih beroperasi tapi masih dalam kondisi minim, belum terlalu luas," terangnya.

Marullah menjelaskan berdasarkan data yang dihimpunnya, bank sampah induk di bilangan Menteng Atas belum optimal.

"Saya mendapatkan data misalnya, bank sampah induk itu sebulan baru kira-kira kurang dari 100 ton. Padahal satu hari produksi sampah itu sudah mencapai 1.400 ton. Tapi saya tidak meremehkan itu. Itu upaya," lanjutnya.

Sudin LH Jakarta Barat Ingin Jadikan Komplek Kebersihan Bambu Larangan Wisata Edukasi Sampah

Anggota Meningkat, Jumlah Sampah yang Dikumpulkan di Bank Sampah Anak Si Kumbang Malah Menurun

Ditemui secara terpisah, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Syarifudin menjelaskan sampah yang tidak terserap ke bank sampah induk lantaran adanya pihak swasta yang turut memilah dari sumbernya.

"Pengepul dan pemulung kan dia milah juga. Itu yang diperhitungkan menjadi perhitungan sampah yang enggak dibuang ke Bantar Gebang. Ada juga masyarakat yang menggunakan sampah organik menjadi pupuk," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (1/3/2019) di Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Syarifudin mengatakan masuk akal apabila sampah yang terserap di Bank Sampah Induk (BSI) di Menteng Atas terbilang sedikit.

"Kalau sampah enggak semua ke BSI, itu logis. Karena kan masih ada di Bank Sampah Unit. Ada yang masih di pengepul. Ada yang masih ada di pengusaha-pengusaha lain yang kerjanya memilah mengumpulkan sampah di re-use, recycling, atau di reduce," tambahnya.

Kendati belum terserap optimal, ia menargetkan sampah yang akan dikirim ke Bantar Gebang dari wilayah Jakarta Selatan berkurang pada tahun ini.

"Target kita 15 persen minimal untuk mengurangi sampah. Upayanya bank sampah akan kita tambah lagi. Gedung komersial juga harus bisa mengelola sampah sendiri. Minimal mereka (gedung komersial) mengangkut sampah itu harus dikurangi melalui vendor. Harus mengelola sendiri sampahnya," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved