Kerugian Materiil Kebakaran Kapal Nelayan Muara Baru Sementara Mencapai Rp 23,4 M

"Dari kebakaran itu kerugiannya untuk sementara ditaksir Rp 23,4 miliar. Itu dari 20 kapal yang pemiliknya kita sudah lakukan pemeriksaan," kata Argo

Kerugian Materiil Kebakaran Kapal Nelayan Muara Baru Sementara Mencapai Rp 23,4 M
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers terkait kebakaran kapal nelayan Muara Baru di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (2/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Kerugian materiil yang ditaksir akibat kebakaran 34 kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Muara Baru untuk sementara mencapai Rp 23, 4 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan angka tersebut didapatkan setelah polisi memeriksa 20 dari 34 pemilik kapal tersebut.

"Dari kebakaran itu kerugiannya untuk sementara ditaksir Rp 23,4 miliar. Itu dari 20 kapal yang pemiliknya kita sudah lakukan pemeriksaan," kata Argo Yuwono dalam konferensi pers di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (2/3/2019).

Polisi masih memeriksa pemilik kapal lainnya untuk memastikan berapa kerugian materiil keseluruhan.

"Masih ada 14 kapal yang belum diperiksa pemiliknya. Kita masih menunggu yang 14 kapal lagi," kata Argo.

Kebakaran yang melanda PPSNZ Muara Baru terjadi pada Sabtu (23/2/2019) sore. Kebakaran terjadi karena adanya aktivitas pengelasan di ruang mesin kapal Arta Mina Jaya, sumber utama kebakaran.

Selain kerugian materiil, polisi juga telah menetapkan 3 tersangka terkait musibah kebakaran tersebut.

Rampas Motor dan Lukai Korban yang Sedang Berteduh Hingga Tewas, 3 Begal di Bekasi Diringkus

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kebakaran Kapal Nelayan Muara Baru Karena Tidak Jalankan SOP

Persib Bandung Beri Bocoran Incaran Pemain Korea Selatan: Second Striker dan Pernah Perkuat Timnas

Tiga tersangka masing-masing bernama Sugih Ardiansyah alias Egi (27) yang merupakan buruh las, Wilis Susanto (35) yang adalah mandor buruh las, dan Tino (38) sebagai kapten kapal.

Egi dijerat pasal 188 atau 187 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan kebakaran. Sementara itu, Wilis dan Tino dijerat dengan pasal 55 ayat 1 KUHP juncto pasal 187 atau 188 KUHP.

"Tiga tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara," jelas Argo Yuwono.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved