Pasien RS Swasta di Bekasi Diduga Jadi Korban Malpraktik

Dugaan malpraktik ini muncul ketika Ira yang sejatinya tengah menjalani operasi usus buntu justru mengalami masalah baru pada tubuhnya

Pasien RS Swasta di Bekasi Diduga Jadi Korban Malpraktik
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ira Puspita Rahayu (38), warga Perumahan AL, Jalan Bonang Baru, Blok A2, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, diduga jadi korban malpraktik usai melakukan operasi di Rumah Sakit Anna Bekasi, Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIASIH - Ira Puspita Rahayu (38), warga Perumahan AL, Jalan Bonang Baru, Blok A2, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, diduga jadi korban malpraktik usai melakukan operasi di Rumah Sakit Anna Bekasi, Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan.

Dugaan malpraktik ini muncul ketika Ira yang sejatinya tengah menjalani operasi usus buntu justru mengalami masalah baru pada tubuhnya.

Ira saat dijumpai TribunJakarta.com, dikediamannya menceritakan, kejadian nahas yang menimpa bermula ketika ia menjalani operasi usus buntu pada, 11 Januari 2019 lalu. Usai operasi, dia langsung merasakan panas pada bagian perut sebelah kiri.

"Saya masuk RS jam 10, tindakan jam 7 malam, abis itu udah langsung ngarasa panas, pas dilihat ada luka kaya luka bakar dibagian perut sebelah kiri, padahal saya operasi usus buntu sebelah kanan," kata Ira, Sabtu, (2/3/2019).

Ira bersama pihak keluarga sempat mengadukan hal itu kepada perawat yang menanganinya saat itu. Namun, perawat menyebutkan bahwa, gejala panas dan luka bakar yang muncul akibat alergi obat.

"Lalu lapor ke suster jaga lalu ambil tindakan kompres NACL, lalu di sampaikan kalau ini alergi, tapi kalau alergi mestinya tidak di satu titik," ungkap Ira.

Selang satu minggu kemudian, laporan adanya luka bakar pada perut bagian kirinya sampai ditelinga dokter yang menanganinya. Namun saat itu dokter menyebutkan bahwa, luka yang diderita Ira merupakan herpes.

"Saya coba konsultasi ke dokter lain (masih di RS yang sama), tapi dokter ini bilang bukan herpes, tapi dia gak jelasin ini karena apa saya cuma dikasi salep, terus makin lama lukanya makin parah seperti bernanah," ungkapnya.

Dari situ dia mulai curiga pihak rumah sakit tidak jujur dalam keterbukaan informasi medis. Ira lalu berusaha menemui pemilik rumah sakit yang kebetulan membuka praktik kandungan di rumah sakit tersebut.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved