Perjuangkan Hak Perempuan, Caleg Cantik Ini Dorong Pendidikan Sosial di Usia Dini

Nadhila Chairunnisa, merupakan salah satu calon legislatif muda DPR-RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini baru berusia 24 tahun.

Perjuangkan Hak Perempuan, Caleg Cantik Ini Dorong Pendidikan Sosial di Usia Dini
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Nadhila Chairannisa, caleg DPR-RI Dapil II, dari Partai Kebangkitan Bangsa, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Nadhila Chairunnisa, merupakan salah satu calon legislatif muda DPR-RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini baru berusia 24 tahun.

Perempuan yang lahir tahun 1994 ini, akan bertarung untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, di daerah pemilihan (dapil) II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri.

"Saya mau jadi caleg, karena menurut saya sekarang banyak banget isu yang sebenarnya naik dari kekurangan pendidikan dan kekurang rataannya pendidikan. Saya lihat itu pendidikannya kurang disentuh. Seperti masalah perempuan dan deskriminasi misalnya," kata Nadhila saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan Minggu (3/3/2019).

Menurut Nadhila, sejauh ini masyarakat di Indonesia masih belum mendapatkan pendidikan sosial secara cukup sejak usia dini.

Hal ini berbeda dengan pengalamannya ketika ia tinggal di luar negeri.

Perempuan cantik yang berlatar belakang pendidikan S-2 ini menilai, hal-hal yang selama ini membelakangi kaum perempuan di Indonesia, bisa diatasi dengan adanya pendidikan sosial di usia dini.

"Issue perempuan, diskriminatif, itu kita gak diajarin dari usia muda. Kalau di Inggris, itu diajarin. Saya dari kecil di Inggris dan itu menurut saya benar-benar make a difference. Saya lihat pendidikannya kurang tersentuh. Rata-rata pendidikan yang disentuh lebih ke hal yang praktis dan bukan seperti hal yang sifatnya sosial," kata Nadhila.

Sebagai seorang caleg muda, Ia mengakui bahwa tak mudah berjuang agar suaranya didengar oleh banyak kalangan.

Apalagi, dirinya juga dihadapkan dengan orang-orang lain yang berusia lebih matang dan memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak.

Jalan Raya Pekayon Hingga Komsen Jadi Titik Semrawut Pemasangan APK Caleg di Bekasi

Puluhan Spanduk Caleg Merusak Pemandangan di Bundaran Maruga Ciputat

"Perjuangan setelah jadi caleg saat masuk DPT itu lumayan susah. Kadang karena saya perempuan dan saya masih kecil mungkin di mata orang, kadang kalau saya punya opini yang tidak sejalan dengan orang di partai atau sama bapak-bapak yang lebih senior dari saya, saya dianggapnya masih salah atau kurang belajar," ungkap Nadhila.

Nadhila mengklaim sering kali dipandang sebelah mata jika memiliki opini yang tidak sejalan dengan kawan lainnya.

Meski begitu, caleg cantik ini mengaku tak takut.

Ia menuturkan, akan terus berjuang untuk berani menyuarakan apa yang akan diperjuangkan untuk kursi pileg 2019 mendatang.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved