Breaking News:

Terus Bertambah di Tahun 2019, Ruang Perkantoran Kosong Terluas Ada di Jakarta Utara

Jika dikonversi ke satuan hektar, ruang perkantoran kosong itu memiliki total luas kantor sekitar 112 hektare.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAKARTA.COM - Laporan riset Savills Indonesia menyebutkan, ruang perkantoran yang kosong terluas di luar kawasan CBD Jakarta ada di Jakarta Utara.

Luas kekosongan ruang perkantoran di Jakarta Utara itu mencapai 40 persen atau 1,120 juta meter persegi dari total luas kantor non-CBD Jakarta seluas 2,8 juta meter persegi.

Jika dikonversi ke satuan hektar, ruang perkantoran kosong itu memiliki total luas kantor sekitar 112 hektare.

Posisi kedua tingkat kekosongan ruang kantor ditempati kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat yakni sama-sama 26 persen atau 728.000 meter persegi.

Paling buncit Jakarta Timur dengan luas 252.000 meter persegi atau 9 persen.

Ini Penyebab Sistem Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 Ditutup Sementara

"Di Jakarta Utara, gedung perkantoran yang tidak terisi kebanyakan berada di kawasan Kelapa Gading, Pluit, dan Pantai Indah Kapuk," kata Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, baru-baru ini.

Tiga kawasan tersebut, kata Anton, biasanya menjadi bidikan perusahaan trading dan ekspor impor.

Adapun total pasokan baru di kawasan non-CBD Jakarta pada tahun ini seluas 118.000 meter persegi, dengan tingkat serapan seluas 95.000 meter persegi.

Kantor Grade B mendominasi sebesar 60 persen, lalu diikuti Grade C seluas 30 persen dan Grade A sejumlah 10 persen.

"Pasokan tidak terlalu banyak dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu pasokan hanya sekitar 120.000 meter persegi, permintaannya sekitar 100.000 meter persegi, tidak jauh beda," kata Anton.

Sementara, untuk pengembangan baru yang dimulai konstruksinya tahun 2018 adalah Gold Coast Office, MNC Land Tower, Signature Office Park, dan Ciputra International Puri.

15 Kali Beraksi, Polisi Ringkus Begal yang Sasar Pengendara Saat Berteduh di Tambun

Tahun politik

Tahun politik 2019 bakal menjadi puncak tingkat kekosongan ruang perkantoran di CBD Jakarta.

Banyak ruang perkantoran kosong ini bakal mencapai 25 persen atau seluas 1,732 juta meter persegi dari total luas kantor 6,925 juta meter persegi.

Terdapat penambahan suplai kantor baru hingga akhir 2019 seluas 625.000 meter persegi.

Sementara tingkat kekosongan ruang kantor pada 2018 masih 24 persen atau 1,512 juta meter persegi dari total luas kantor 6,3 juta meter persegi.

Perkantoran kosong ini, menurut Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, berada di kawasan segitiga emas, yaitu di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan HR Rasuna Said, dan Jalan Gatot Subroto.

"Misalnya di Gedung BEJ, Bapindo Tower, Sampoerna Strategic Square, Menara Kadin, dan Menara Mulia," kata Anton kepada Kompas.com, Kamis (28/2/2019).

Hari Pertama Tayang Disaksikan 800 Ribu Orang, Film Dilan 1991 Catatkan Rekor MuRi

Savills Indonesia memperkirakan hingga akhir 2021 terdapat sekitar 1,3 juta meter persegi ruang kantor baru yang akan meramaikan kawasan CBD Jakarta.

Secara rinci, tahun ini pasokan baru mencapai 625.000 meter persegi, tahun 2020 sekitar 300.000 meter persegi, dan tahun 2021 hampir 450.000 meter persegi.

"Perkiraan kami perkantoran masih akan dibanjiri pasokan baru, tapi lihat tren permintaannya diharapkan tahun depan permintaan dan pasokan mulai akan seimbang," kata Anton.

Kendati pasokan bertambah, Anton memperkirakan, harga sewa rata-rata masih stabil, berada di angka Rp 202.000 per meter persegi per bulan.

Termasuk harga sewa kantor untuk grade A dan B.

Sementara perkantoran kelas premium akan mengalami penurunan.

Menurut dia, penurunan itu karena perusahaan harus mempertimbangkan tingginya biaya operasional jika berkantor di gedung kelas premium.

"Mungkin ada banyak tekanan. Sekarang harganya dirasa tinggi buat kebanyakan tenant yang bisnisnya mengalami efisiensi sehingga mereka harus berpikir menghemat operational cost," kata Anton.

Seorang Petugas Kebersihan Kembalikan Uang Rp5 Miliar yang Ditemukan di Dalam Bus

Pusat belanja

Tidak hanya perkantoran, pusat belanja di Jakarta mengalami kekosongan, terutama kelas menengah atas.

Hasil survei Savills Indonesia memperlihatkan, mal kelas menengah atas menduduki posisi tertinggi tingkat kekosongan atau vacancy rate dengan seluas 610.700 meter persegi atau 19,7 persen dari total seluruh mal 3,1 juta meter persegi.

Disusul kelas mewah sekitar sembilan persen atau seluas 279.000 meter persegi, kelas menengah-bawah 7 persen atau seluas 217.000 meter persegi, dan kelas atas 6 persen atau seluas 186.000 meter persegi.

Bila dijumlahkan, angka kekosongan untuk semua jenis mal secara keseluruhan seluas 1.292.700 meter persegi.

"Yang cukup menantang di mal kelas middle-up ini, vacancy-nya nyaris 20 persen, kalau yang lain di bawah 10 persen," kata Anton Sitorus.

Secara keseluruhan, tingkat kekosongan untuk semua jenis mal berada di angka 12 persen.

Menurut dia, tingginya kekosongan mal kelas middle-up karena kualitasnya yang bisa dibilang tanggung.

Ini yang menyebabkan tidak banyak peritel berminat menyewa di pusat perbelanjaan tersebut.

"Mungkin karena secara kelas ini nanggung, bukan bagus tapi bukan jelek juga. Jadi peritel agak reluctant masuk ke mal kelas middle-up ini," imbuhnya.

Anton mencontohkan, mal kelas menengah adalah Atrium Senen, Pejaten Village, dan Bassura City.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi ramainya pengunjung di suatu mal, antara lain dari konsepnya, penyewa, dan layout mal tersebut.

Secara umum, jumlah suplai ruang baru untuk semua jenis mal di Jakarta pada 2018 seluas 8.000 meter persegi.

Bila dibandingkan dua tahun sebelumnya, pasokan ini terus menurun signifikan. Tahun 2016 hampir 150.000 meter persegi dan tahun 2017 seluas 100.000 meter persegi.

Jika dikumulasikan dari tahun 2010, total pasokan pusat perbelanjaan hingga tahun ini seluas 3,1 juta meter persegi. (Kompas.com/Erwin Hutapea)

Berita ini sudah diunggah di Kompas.com dengan judul "Kantor Kosong Tak Berpenghuni di Jakarta Utara Seluas 112 Hektar!"

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved