Pemilu 2019

KPU Kota Jakarta Pusat Temukan 1.581 Surat Suara Rusak

Adi Faisal, staf logistik KPU Kota Jakarta Pusat menyebut, sebagian besar surat suara yang rusak tersebut lantaran potongan kertas yang tidak simetris

KPU Kota Jakarta Pusat Temukan 1.581 Surat Suara Rusak
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Proses penyortiran dan pelipatan surat suara di Gudang KPU Kota Jakarta Pusat, Jalan Salemba Tengah, Raya No 66 A, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Pusat menemukan sebanyak 1.581 surat suara rusak hingga Senin (4/3/2019) siang ini.

Jumlah ini terdiri dari 276 surat suara untuk pemilihan presiden (Pilpres) dan 1.305 lainnya surat suara untuk pemilihan anggota DPR RI dan DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Adi Faisal, staf logistik KPU Kota Jakarta Pusat menyebut, sebagian besar surat suara yang rusak tersebut lantaran potongan kertas yang tidak simetris.

"Lebih dari 60 persen yang rusak itu karena cutting, artinya potongannya banyak yang enggak simetris, enggak lurus," ucapnya saat ditemui wartawan, Senin (4/3/2019).

Rampung Dini Hari, Manajemen Menara Peninsula Sebut Penangkapan Andi Arief Berjalan Sekitar 5 jam

Kemudian, sekitar 40 persen surat suara yang rusak lainnya lantaran robek akibat salah packing atau banyak terdapat noda, khususnya pada kolom paslon.

"Kedua cacat pabrik, misal saat packing ada yang robek atau ada noda. Meski minor tapi kalau posisinya di kolom salah satu calon itu tidak boleh ya," ujarnya di Gudang Logistik KPU Kota Jakpus, Paseban, Senen, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, Adi mengungkapkan, pihaknya juga menemukan beberapa surat suara dalam kondisi lecek sehingga tidak dapat digunakan lagi.

"Beberapa saya juga temukan (surat suara) lecek parah, kalau tidak terlalu parah sih enggak masalah ya," kata Adi.

Diciduk Polisi karena Pakai Narkoba, Arief Poyuono Sebut Andi Arief Korban Gagal Pemerintah Jokowi

Adi mengatakan, khusus surat suara untuk Pilpres pihaknya telah mengirimkan berita acara dan telah mengajukan surat permintaan surat suara baru.

"Kalau yang Pilpres sudah kami ajukan untuk mendapatkan gantinya, sementara untuk Pileg masih menunggu proses penyortiran dan pelipatan selesai," kata Adi.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved