Jual Narkoba Ketimbang Jadi Wanita Tuna Susila, Janda 23 Tahun Ini Mengaku Terpaksa Edarkan Sabu

Kemudian, hal ini berlanjut dan Risma menjadi pengedar sabu lantaran diiming-imingi upah tiap kali mengantar paket sabu.

Jual Narkoba Ketimbang Jadi Wanita Tuna Susila, Janda 23 Tahun Ini Mengaku Terpaksa Edarkan Sabu
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Rismawati (23) saat ungkap kasus di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Pilih jadi bandar narkoba dibandingkan jajakan diri, Rismawati, janda cantik berusi 23 tahun harus mendekam di tahanan Polsek Metro Tanah Abang.

Ia ditangkap pada 14 Februari 2019 lalu sekira pukul 02.00 WIB di Taman Aries, Kembangan, Jakarta Barat.

Ia mengaku terpaksa menjadi pengedar sabu demi menghidupi kedua orang anaknya yang masih kecil.

"Saya butuh uang buat hidup sama anak, mending jualan sabu dari pada harus jual diri," ucap Risma kepada awak media, Selasa (5/3/2019).

Diciduk Polisi karena Pakai Narkoba, Arief Poyuono Sebut Andi Arief Korban Gagal Pemerintah Jokowi

Kepada wartawan Risma bercerita, awal mula terjerumus narkoba karena ditawari mencoba sabu.

Kemudian, hal ini berlanjut dan Risma menjadi pengedar sabu lantaran diiming-imingi upah tiap kali mengantar paket sabu.

Untuk sekali antar, ia mengaku mendapat upah sekira Rp 200 ribu.

"Awalnya ditawarin, lalu karena butuh duit ya saya coba saja. Paling kalau ada yang pesan aja lalu saya disuruh antar," ujarnya di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Kalau misalnya beli Rp 700 ribu, saya biasa dapat Rp 200 ribu," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved