Kelabui Polisi, Bandar Sabu Menyamar Jadi Pengemudi Ojek Online

Pelaku kerap menyamar sebagai pengemudi ojek online saat mengantar barang haram narkoba kepada pelanggannya.

Kelabui Polisi, Bandar Sabu Menyamar Jadi Pengemudi Ojek Online
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono memperlihatkan barang bukti narkoba yang berhasil disita dari PHS, Selasa (5/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Polsek Metro Tanah Abang berhasil meringkus seorang bandar narkoba berinisial PHS (30).

Ia ditangkap pada 19 Februari lalu sekira pukul 10.00 WIB di Taman Aries, Kembangan, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan, pelaku kerap menyamar sebagai pengemudi ojek online saat mengantar barang haram narkoba kepada pelanggannya.

"Kebetulan tersangka ini memang berprofesi sebagai ojek online. Jadi memang seperti itu (modus tersangka)," ucapnya kepada awak media, Selasa (5/4/2019).

Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan lima paket sabu seberat 503,89 gram dari tangan tersangka.

"Jadi kami amankan lima paket sabu seberat kurang lebih 500 gram dari tangan tersangka," kata Lukman.

Dikatakan Lukman, PHS merupakan pemain lama yang kerap memperjualbelikan barang haram narkoba kepada masyarakat.

Mantan Kades Bunuh Kekasih Gelapnya yang Berumur Paruh Baya, Mayat Dibuang di Kebun Jagung

Pekerja Cuci Steam Nyambi Edarkan Sabu, Terciduk Simpan Narkoba Hampir 400 Gram di Rumah

"Hasil pendalaman kami, tersangka sudah cukup lama bermain sabu dan ia bertugas mengantar ke orang lain, pelanggannya perorangan," ucap Lukman.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku diperintahkan oleh seorang napi berinisial A di Lapas Salemba, Jakarta Pusat.

Keduanya pun diketahui memiliki hubungan sangat dekat dan sudah berteman sejak lama.

"Mereka sudah cukup lama bersahabat dan hubungannya memang sangat akrab, tersangka suka mengantar temannya itu karena memang dia berprofesi sebagai ojek online," ujarnya di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved