Perbaiki Kendala Akses Perempuan untuk Mendorong UMKM Indonesia

Acara ini turut didukung Investing in Women, sebuah inisiatif Pemerintah Australia yang mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan di Asia Tenggara.

Perbaiki Kendala Akses Perempuan untuk Mendorong UMKM Indonesia
ISTIMEWA
Seminar bertajuk Scalling Up Women Entrepreneurs di Jakarta (5/3/2019) yang diselenggarakan oleh PT Katadata Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagian perempuan mengendalikan sebagian besar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sedang naik daun di Indonesia.

Kiprah mereka masih bisa dioptimalkan jika hambatan dalam hal investasi dan permodalan bisa diatasi.

Sekitar setengah dari jumlah usaha kecil dan sepertiga dari usaha menengah di Indonesia dimiliki oleh perempuan.

International Finance Corporation dalam laporannya pada 2016 menyatakan bahwa sebanyak 700.000 UKM pada tahun tersebut berkontribusi sekitar 22 persen terhadap pendapatan domestik bruto.

Angka tersebut menunjukkan bahwa para perempuan pengusaha di Indonesia masih mengalami tantangan, tak hanya dalam mengakses modal.

Tetapi juga dalam mengakses kesempatan untuk mendapatkan pengembangan keterampilan, seperti pengembangan produk, manajemen keuangan, tata kelola perusahaan dan pemasaran.

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, total UMKM pada tahun lalu hampir 60 juta.

Dari jumlah ini, lebih dari 14 juta usaha dikelola perempuan. Kontribusi UMKM yang dikelola perempuan terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 9,1 persen. Sementara kontribusinya terhadap ekspor lebih dari 5 persen.

Chief Operating Officer PT Katadata Indonesia Ade Wahyudi menuturkan bahwa meskipun peran kaum hawa terbilang besar, tetapi banyak dari mereka masih terhambat dalam mengembangkan usahanya terutama karena permodalan.

"Ada banyak masalah lain, seperti akses untuk mendapat kesempatan pengembangan keterampilan, seperti pengembangan produk, manajemen keuangan, tata kelola perusahaan dan pemasaran," ujar Ade dalam keterangan yang diterima, Selasa (5/3/2019).

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved