Andi Arief Terjerat Narkoba

BNN Sebut Hasil Tes Urine Wanita yang Bersama Andi Arief di Hotel Negatif Konsumsi Narkoba

Perempuan yang berusia sekira 26 hingga 30 tahun dan berada di toilet kala penggerebekan tak kedapatan memiliki sabu sehingga tak dipromosikan lebih.

BNN Sebut Hasil Tes Urine Wanita yang Bersama Andi Arief di Hotel Negatif Konsumsi Narkoba
Twitter @AryPrasetyo_85
Andi Arief 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan perempuan berinisial L yang diamankan bersama Andi Arief di Menara Peninsula Hotel tak mengkonsumsi narkoba.

Seperti Andi, perempuan yang berusia sekira 26 hingga 30 tahun dan berada di toilet kala penggerebekan tak kedapatan memiliki sabu sehingga tak dipromosikan lebih lanjut.

"Untuk wanita tes urine negatif, karena umurnya 26 sampai 30 tahun kami hubungi keluarga lalu dijemput dan buat surat perjanjian ini negatif tanpa narkoba," kata Eko di Kantor BNN, Rabu (6/3/2019).

VIDEO Si Jago Merah Hanguskan 415 Kios di Pasar Blok A, Api Diduga Akibat Kortsleting Listrik

Perihal alasan perempuan itu berada di kamar bersama Andi, Kadiv Humas Polri Irjen M. Iqbal menyebut L merupakan sahabat Andi.

Saat disinggung soal profesi L, Iqbal tak menjawab gamblang dan hanya mengatakan L merupakan bekas mahasiswa.

"Profesinya eks mahasiswa. Sahabat AA," ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com, hingga pukul 16.00 WIB Andi yang masih berstatus Wasekjen Partai Demokrat masih menjalani pemeriksaan medis di kantor BNN untuk keperluan rehabilitasi.

Andi tiba sekira pukul 15.55 WIB didampingi tim pengacaranya, tak lama kemudian Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik pun tiba di kantor BNN.

Sudah Ada Peringatan Angker, Sopir Taksi Bandel Pipis di Pinggir Trotoar Jaksel

Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah BNN Riza Sarasvita mengatakan ketiadaan barang bukti membuat asesmen bisa langsung dilakukan meski hasil tes urine positif.

Secara medis, Riza menjelaskan sabu termasuk narkotika yang memiliki efek cukup lama di tubuh sehingga efek putus zat tak langsung tampak saat berhenti mengkonsumsi.

"Ada gejala-gejala klinis yang perlu diobservasi lebih lanjut. Belum tentu langsung muncul di hari pertama atau kedua, bisa di hari ketiga, keempat, dan seterusnya," jelas Riza.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved