Breaking News:

Dinas Pendidikan DKI Bakal Resmikan Enam Sekolah Percontohan yang Bangunannya Ramah Lingkungan

Ada sejumlah fasilitas yang membedakan enam sekolah percontohan tersebut dengan sekolah- sekolah lain pada umumnya.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono, menuturkan bahwa pihaknya akan segera meresmikan enam sekolah yang menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Ibu kota.

Sekolah tersebut adalah SMP Negeri 59 Kemayoran Jakarta Pusat, SDN Susukan, SDN Lagoa, SDN Cengkareng, SDN Pondok Labu, dan SDN Untung Jawa di Kepulauan Seribu.

"Percontohan karena yang dibangun ini hasil sayembara. Jadi mulai Januari kemarin sebetulnya sudah dipakai, kegiatan belajar mengajar. Nah besok Insya Allah hari Jumat diresmikan Pak Gubernur. Lokasi yang dipakai sekolahnya SDN Negeri Pondok Labu yang di Jalan Rumah Sakit Fatmawati," ujar Ratiyono, saat ditemui di Balai kota DKI Jakarta, RAbu (6/3/2019).

Ada sejumlah fasilitas yang membedakan enam sekolah percontohan tersebut dengan sekolah- sekolah lain pada umumnya.

Menurut Ratiyono, bangunan sekolah tersebut memang dibuat untuk ramah lingkungan dan ramah disabilitas.

Link Live Streaming Badminton All England 2019 Sore Ini, Rabu 6 Maret 2019, Siaran Langsung TVRI

"Salah satunya, adalah mengenai sirkulasi udaranya. Sirkulasi udara pada bangunan itu, penghawaannya memang dibuat sedemikian bagus agar anak-anak pelajar tak perlu menggunakan AC saat mengikuti jam pelajaran di sekolah," kata Ratiyono.

Selain tak menggunakan AC, Ratiyono menjelaskan bangunan ke enam sekolah tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas panel surya untuk aliran listriknya.

Meski tak mencangkup ke seluruh aliran listrik yang dibutuhkan, Ratiyono menyebut panel surya tersebut cukup untuk membuat sekolah-sekolah tersebut hemat energi.

Wali Kota Jaksel Yakin Jika 500 Ribu Sumur Resapan Air Digarap, Banjir di Wilayahnya Cepat Surut

"Ketiga ramah difabel juga, jadi ada track kursi roda sehingga yang difabel bisa masuk. Nah kalau ini bagus, semuanya kita bikin seperti itu. Nah ini percontohan dulu ada enam sekolah diujicobakan, dipakai, sambil disempurnakan. Kalau memang bagus ya kenapa tidak," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved