Tribun Wiki

Merayakan Nyepi, Merayakan Sukacita dalam Keheningan

Pertanyaan pertama yang mungkin timbul pada orang awam yang tak merayakan Hari Raya Nyepi adalah, bagaimana merayakan hari bahagia dalam keheningan?

Merayakan Nyepi, Merayakan Sukacita dalam Keheningan
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Suasana di kawasan lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali 

Wartawan pun, tulis Agung, tak semuanya bisa meliput kegiatan Nyepi di Bali.

Bukan tanpa alasan, aturan Nyepi di Bali memang demikian dibuat agar perayaan suci itu berlangsung khidmat.

Jelang Hari Raya Nyepi, Kondisi Jalan Menuju Bandara Soekarno-Hatta Lebih Padat Pagi ini

Besok, 5 Ribu Umat Hindu Ikuti Pelaksanaan Puncak Hari Raya Nyepi di Pura Aditya Jaya

VIDEO Melihat Persiapan Pura Wira Satya Bhuana Jelang Hari Raya Nyepi

Selain pecalang, tidak ada umat lain yang dapat menyaksikan secara langsung lengang dan gelapnya Bali.

Dengan berpakaian adat, pecalang yang ditunjuk oleh warga desa adat memang diberi tugas menjaga keamanan setiap sudut desa.

Agung menuturkan, mengawasi dan “menghalau masuk” warga atau orang asing yang kedapatan melanggar ketentuan adat, tidak boleh keluar dari tempat tinggal.

Nyaris tanpa gerak, cahaya dan suara

Hari yang dikenal dengan tahun baru saka 1 Waisakha itu dinilai unik, sebab tahun baru itu justru tidak dirayakan di India, tempat lahirnya agama ini.

Pun berlaku di Nepal, satu-satunya negara Hindu di dunia.

Namun tidak berarti perayaan Nyepi melanggar akidah, karena pelaksanaan ajaran agama Hindu yang disesuaikan dengan kekayaan tradisi setempat malah dianjurkan.

Lantas, bagaimana bisa merayakan sukacita dalam keheningan bagi mereka yang merayakan Nyepi?

Halaman
1234
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved