Tribun Wiki

Merayakan Nyepi, Merayakan Sukacita dalam Keheningan

Pertanyaan pertama yang mungkin timbul pada orang awam yang tak merayakan Hari Raya Nyepi adalah, bagaimana merayakan hari bahagia dalam keheningan?

Merayakan Nyepi, Merayakan Sukacita dalam Keheningan
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Suasana di kawasan lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali 

Agung menyebut, Nyepi justru membawa misi menjadikan alam semesta bersih, serasi, selaras dan seimbang bagi kesejahteraan umat manusia.

Pada perayaan itu umat Hindu menanggalkan sederet aktivitas duniawinya.

"Yang mereka lakukan semata-mata hanyalah menyepi, menyendiri, merenung tentang alam semesta tempat hidupnya, tentang hubungan antarmanusia, tentang hubungannya dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan)," tulis Agung.

Di titik itulah justru manusia mendapatkan kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan hakiki akan didapatkan bagi mereka yang bisa terkoneksi secara baik dengan Tuhannya.

Nyepi sendiri ditempuh oleh para penganutnya dengan melakukan tapa (mengekang indera), brata (taat pada janji melaksanakan yoga), yoga (menyatukan diri dengan Tuhan), dan semadhi (memusatkan pikiran untuk mencapai kebahagiaan sejati).

Agung menjelaskan, bersamaan dengan itu umat mengevaluasi perilaku diri sendiri sepanjang tahun lalu.

"Apakah segala tindak-tanduk telah sesuai dengan dharma (ajaran agama)? Apakah artha (kekayaan) telah diperoleh dengan cara dharma dan untuk memperkokoh dharma?"

"Apakah kama (kesenangan) yang telah dinikmati juga berlandaskan dharma? Kalau ada yang tidak sesuai dengan dharma, tentunya mesti ditinggalkan," tulisnya.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan agar perenungan berjalan dengan baik, umat melaksanakan brata penyepian, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan kegiatan duniawi), amati lelangunan (tidak mencari kesenangan duniawi), dan amati lelunganan (tidak bepergian).

Jadi tak heran jika Bali saat itu tak hanya hening, namun juga diselimuti kegelapan karena nyaris tak ada penerangan.

Halaman
1234
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved