Netralisasi Unsur Negatif Jelang Nyepi, Pura Agung Wira Satya Bhuana Gelar Pawai Ogoh-Ogoh

Alunan musik baleganjur yang dimainkan oleh 10 jemaah pura pun menambah meriah pawai tersebut.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jelang Hari Raya Nyepi, Pura Agung Wira Satya Bhuana, Gambir, Jakarta Pusat menggelar pawai Ogoh Ogoh.

Pawai ini dimulai pukul 17.30 WIB dengan rute dimulai dari Pura Agung Wira Satya Bhuana di Jalan Kesehatan Raya, kemudian menuju Jalan Tanah Abang II, Jalan Abdul Muis, Jalan Suryopranoto, dan berakhir kembali di pura.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, ada tiga patung ogoh-ogoh menyerupai Bhuta Kala yang masing-masing ditandu oleh 10 sampai 15 orang.

Dalam kebudayaan Bali, kepribadian Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan, biasanya dalam wujud raksasa.

Alunan musik baleganjur yang dimainkan oleh 10 jemaah pura pun menambah meriah pawai tersebut.

Jelang Nyepi, Pura Wira Satya Bhuana Gambir Siapkan 3 Patung Ogoh-Ogoh

Meski hujan gerimis sempat mengguyur wikayah tersebut, namun itu tak menyurutkan antusiasme jemaah pura dalam mengikuti pawai ogoh-ogoh.

Sontak hal ini pun menyedot perhatian warga sekitar dan para pengendara yang melintas di jalan-jalan yang dilalui oleh ogoh-ogoh tersebut.

Tak sedikit, warga sekitar dan para pengendara yang sengaja mengabadikan momen ini dengan mengambil foto ogoh-ogoh saat pawai berlansung.

I Kadek Mustika, koordinator pawai ogoh-ogoh mengatakan, pawai ini merupakan tradisi perayaan Nyepi umat Hindu.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved