Polemik Penjualan Saham PT Delta Djakarta, Ketua DPRD DKI Tak Tanggapi Surat yang Dikirim Anies

Prasetyo menilai, keputusan Anies tidak tepat, apalagi PT Delta Djakarta selama ini telah menyumbang deviden yang cukup besar.

Polemik Penjualan Saham PT Delta Djakarta, Ketua DPRD DKI Tak Tanggapi Surat yang Dikirim Anies
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, bersama Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, di rapat Paripurna RAPBD 2018 di Gedung DPRD DKI, Rabu (15/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sudah mengirimkan surat permohonan terkait dengan rencana penjualan saham Pemprov DKI Jakarta, di PT Delta Djakarta kepada Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi sejak 2018 lalu.

Dalam surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta dengan nomor 479/-1.822.4 itu, telah dituliskan mengenai rencana penjualan saham yang dimiliki Pemprov DKI pada perusahaan tersebut sebanyak 210.200.700 lembar saham atau setara dengan 26,25 persen.

"Penjualan saham yang dimaksud dengan mempertimbangkan optimalisasi aset untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan dengan hal tersebut di atas, mohon kiranya dewan dapat memberi persetujuan penjualan saham pada PT Delta Djakarta TBK yang dimaksud," tulis Anies Baswedan dalam surat tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana akan menjual 26,25 persen saham yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta di perusaahan bir tersebut.

Saling Serang Andi Arief dengan Mahfud MD, dan Ancaman Gugatan Cabut Gelar Profesor Mantan Ketua MK

Namun rencana ini, mendapat penolakan dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Prasetyo menilai, keputusan Anies tidak tepat, apalagi PT Delta Djakarta selama ini telah menyumbang deviden yang cukup besar bagi keuangan daerah setiap tahun.

"Salahnya Delta tuh apa sih PT itu? Saya tetap berprinsip, enggak ada yang merugikan untuk pemerintah daerah, apalagi yang dikatakan setahun dapat (dividen) Rp 50 miliar, terus mau dijual Rp 1 Triliun, kita makan riba itu," kata Prasetyo.

Tak setuju dengan rencana Anies, Prasetyo pun tampak tidak menanggapi surat tersebut.

Hal ini diakui oleh Gubernur Anies Baswedan.

Halaman
12
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved