Sambut Hari Raya Nyepi, Simak 4 Larangan yang Wajib Diikuti Umat Hindu

Esok hari, seluruh umat Hindu akan merayakan hari raya Nyepi yang diperingati setiap tahun baru Saka.

Sambut Hari Raya Nyepi, Simak 4 Larangan yang Wajib Diikuti Umat Hindu
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Pengurus banjar Pura Merta Sari, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), menggelar upacara Tawur Ke Sanga pada satu hari menjelang Nyepi, Rabu (6/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN -  Esok hari, seluruh umat Hindu akan merayakan hari raya Nyepi yang diperingati setiap tahun baru Saka.

Kata “nyepi” sendiri memiliki makna sepi, sunyi dimana pada perayaan tersebut umat Hindu diwajibkan untuk menyepi dan tidak melakukan aktifitas seperti biasanya.

Seorang budayawan asal Bali bernama I Ketut Bil Subrata pun menceritakan pantangan apa saja yang harus dilaksanakan pada setiap Nyepi tiba.

"Ada empat pantangan yang harus dilakukan, itu disebutnya Catur Brata yang berarti ada empat hal yang menjadi pantangan saat Nyepi," ujar I Ketut Bil Subrata kepada TribunJakarta.com saat mengisi acara di kawasan Ancol Jakarta Utara baru-baru ini.

Jelang Hari Raya Nyepi, Upacara Tawur Kesanga Berlangsung Khidmat di Pura Merta Sari

Sederet Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2019: Bahasa Bali, Indonesia dan Inggris

Catur Brata tersebut meliputi Amati Karya, Amati Geni, Amati Lelungaan dan Amati Lelanguan.

Penjabaran dari keempat hal tersebut diantaranya :

1.Amati Karya : Artinya, sebagai umat Hindu diwajibkan untuk menghentikan segala macam aktifitas pekerjaan apapun.

2. Amati Geni: Poin kedua ini artinya seluruh umat Hindu diwajibkan untuk mematikan segala energi atau tidak menyalakan penerangan seperti lampu dan juga api.

3. Amati Lelungaan : Artinya, dilarang untuk bepergian kemanapun. Hal yang disarankan ialah membaca buku-buku atau memanjatkan doa selama waktu yang ditentukan.

4. Amati Lelanguan : Poin terakhir adalah larangan untuk melakukan kesenangan duniawi, karena pada momen sakral ini adalah waktu yang tepat untuk mengintropeksi diri dan membersihkan fikiran untuk menyambut tahun yang baru.

Keempat pantangan tersebut menurut I Ketut Bil Subrata dilakukan selama 24 jam yaitu sejak pukul 06.00 WIB - hingga pukul 06.00 WIB di keesokan harinya tepatnya pada saat Nyepi.

Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved