Andi Arief Terjerat Narkoba

Wasekjen Demokrat Yakin Kasus Andi Arief Tak Pengaruhi Elektabilitas

Dia meminta pihak yang ingin Andi cepat dikeluarkan dari Partai Demokrat untuk bersabar karena menunggu proses rehabilitasi dan keputusan partai.

Wasekjen Demokrat Yakin Kasus Andi Arief Tak Pengaruhi Elektabilitas
TribunJakarta.com/Bima Putra
Wasekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik yakin perkara narkoba yang menjerat Andi Arief tak mempengaruhi elektabilitas Partai Demokrat pada Pemilu 2019 yang digelar 17 April nanti.

Meski Andi masih berstatus Wasekjen Partai Demokrat karena permohonannya mundur dari partai belum disampaikan secara resmi kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Enggak (merusak elektabilitas). Seperti yang kita ketahui Andi telah menyampaikan permohonan pengunduran diri," kata Rachland di Kantor BNN, Rabu (6/3/2019).

Dia meminta pihak yang ingin Andi cepat dikeluarkan dari Partai Demokrat untuk bersabar karena menunggu proses rehabilitasi dan keputusan partai.

Saling Serang Andi Arief dengan Mahfud MD, dan Ancaman Gugatan Cabut Gelar Profesor Mantan Ketua MK

Dua hal itu bakal menentukan bagaimana nasib Andi dalam kepengurusan Partai Demokrat sebagai satu partai peserta Pemilu 2019.

"Yang ingin Andi cepat-cepat dihukum tolong agak bersabar ya. Karena kewenangan untuk menentukan ini semua tergantung dua hal, pertama perkembangan mengenai diri Andi sendiri. Yang kedua adalah kebijaksanaan ketua umum," ujarnya.

Sebelumnya, Rachland menegaskan perkara yang menjerat Andi merupakan masalah individu atau yang dia sebut sebagai individual criminal responsibilitiy.

Dia juga menyebut sahabatnya itu bukan merupakan pelaku kriminal karena merupakan hanya merupakan penggunaan narkoba, bukan bandar.

Sambil Acungkan Jari, Andi Arief: Sampaikan ke Mahfud MD, Jangan Asbun!

"Tetap harus dikatakan bahwa ini adalah kasus pribadi dengan demikian partai tidak punya ketersangkutan apapun," tuturnya.

Andi sendiri tiba di Kantor BNN sekira pukul 15.55 WIB dan pulang sekira pukul 17.30 WIB setelah menjalani tahap awal rehabilitasi berdasarkan rekomendasi penyidik yang menangani perkara.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved