TPA Burangkeng Masih Ditutup, Warga Ingin Bupati Turun Langsung

Warga meminta Bupati Bekasi turun langsung menangani masalah ini dan mendengarkan aspirasi masyarakat

TPA Burangkeng Masih Ditutup, Warga Ingin Bupati Turun Langsung
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Sejumlah warga masih berjaga di pintu masuk TPA Burangkeng. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi masih ditutup.

Warga meminta Bupati Bekasi turun langsung menangani masalah ini dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Ali Gunawan, Ketua Tim 17 yang merupakan Tim Penerima dan Penyampaian Aspirasi Warga Desa Burangkeng mengatakan, pihaknya bersedia hadir dalam rapat jika Bupati yang mengundang langsung.

Pasalnya, pada Rabu, 6 Maret 2019, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi melayangkan surat undangan mediasi ke warga Desa Burangkeng terkait masalah penutupan TPA.

Namun, dalam rapat yang digelar di Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi itu tidak dihadiri warga. Alasannya, warga tidak ingin menggelar rapat jika hanya dihadiri pejabat setingkat kepala bidang atau sekertaris dinas.

"Kita akan musyawarah dulu anggota tim karena ini menyangkut kepentingan seluruh warga, kalau sudah bupati yang undang kita bakal datang kemaren yang undang hanya sekelas sekdis yang tidak bisa membuat kebijakan soal TPA," kala Ali, Kamis, (7/3/2019).

Penutupan TPA Burangkeng telah dilakukan sejak Senin, 4 Maret 2019, seluruh aktivitas TPA lumpuh, bahkan setiap truk pengangkut sampah yang hendak masuk ke dalam TPA dipaksa memutar balik oleh warga.

Sultan Manfaatkan Libur Nyepi dengan Berkendara Motor Listrik Migo

"Sampai saat ini masih kita tutup, enggak boleh ada kegiatan sama sekali, warga juga 24 jam ada stand by di pintu masuk," jelas dia.

Hari ini kata Ali, pihaknya mendapatkan informasi bahwa hasil rapat kemarin, Pemkab Bekasi berencana membuka paksa TPA Burangkeng. Untuk itu, sejumlah warga nampak siaga di pintu masuk TPA sejak pagi hari.

"Iya informasinya seperti itu (pembukaan paksa) tapi dari tadi pagi kita siaga gak ada, mobil masuk juga gak ada, tapi tetep kita sampai saat ini stand by nutup TPA," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved