Bau Busuk, Sampah Menumpuk di Pasar Serang Cikarang Selatan Imbas Penutupan TPA Burangkeng

Pantauan TribunJakarta.com, sampah menumpuk di tempat pembuangan pasar yang berada di dekar area parkir kawasan Pasar Serang.

Bau Busuk, Sampah Menumpuk di Pasar Serang Cikarang Selatan Imbas Penutupan TPA Burangkeng
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sampah menumpuk di Pasar Serang Bekasi imbas penutupan TPA Burangkeng oleh warga. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG SELATAN - Imbas penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, sampah menumpuk di wilayah seperti yang terjadi Pasar Serang, Jalan Raya Serang-Cibarusah, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat, (8/3/2019).

Pantauan TribunJakarta.com, sampah menumpuk di tempat pembuangan pasar yang berada di dekar area parkir kawasan Pasar Serang.

Acep, petugas Kebersihan Pasar Serang, mengatakan, sampah di pasar menumpuk sejak Minggu, 3 Maret 2019. Sampah tidak terangkut lantaran TPA sampai saat ini masih ditutup warga Burangkeng untuk menuntut kompensasi ke Pemerintah Daerah (Pemda).

TPA Burangkeng Lumpuh Total Usai Warga Menutup Paksa Operasional, Sejumlah Alat Berat Menganggur

"Dari hari minggu, tapi kalau penutupan TPA kan dari Senin (4/3), emang kita kalau minggu gak buang, nah pas Senin mau buang dapet kabar TPA ditutup," kata Acep.

Sampah di Pasar Serang biasanya diangkut setiap hari sebanyak dua truk, akibat penutupan TPA, kini sampah menumpuk ditempat pembuangan sementara. Dua truk yang biasa beroperasi mengangkut sampah di pasar juga saat ini telah terisi penuh sampah.

"Setiap hari dua truk, sampah kan setiap hari ada, jadi ini sebagian udah di masukin ke truk tapi belum bisa dibuang, sebagian lagi di tempat sampah sementara," jelas dia.

Seperti yang diketahui, Warga Desa Burangkeng menutup operasional TPA Burangkeng sejak Senin, 4 Maret 2019. Penutupan dilakukan lantaran warga menuntut pemberian kompensasi.

Warga Burangkeng Sempat Ajukan Permohonan Kompensasi Secara Formal Tapi Tak Terealisasi

Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi telah berupaya mengundang warga dalam rapat memebahas permasalah TPA Burangkeng pada, Rabu, 6 Maret 2019. Namun, warga menolak hadir dengan alasan rapat tersebut hanya dihadiri pejabat setingkat kepala bidang dan sekertaris dinas.

Ali Gunawan, ketua Tim 17 yang merupakan tim penerima dan penyampaian aspirasi warga Desa Burangkeng mengatakan, pihaknya bersedia hadir dalam rapat jika Bupati yang mengundang langsung.

"Kita akan musyawarah dulu anggota tim karena ini menyanggkut kepentingan seluruh warga, kalau sudah bupati yang undang kita bakal datang kemaren yang undang hanya sekelas sekdis yang tidak bisa membuat kebijakan soal TPA," kala Ali, Kamis, (7/3/2019).

TPA Burangkeng merupaka lokasi pemrosesan sampah satu-satunya yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bekasi. Imbas dari penutupan TPA secara otomatis berdampak pada penunpukan sampah diseluruh wilayah setempat.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas LH Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus berupaya melakukan negosiasi dengan warga agar TPA dibuka. Sementara, pembahasan permasalahan kompenasi tetap berjalan.

"Harapan kami seperti itu (dibuka dulu sembari masalah ini dibahas), supaya masyarakat Kabupaten Bekasi juga tidak dirugikan," kata Dodi, Jumat, (8/3/2019).

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved