Bekraf Ajak Investor Garap Bioskop Rakyat Seperti di Teluk Gong

Bioskop rakyat ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2019. Saat ini, pembangunan masih dalam tahap penyelesaian bagian teater dalam bioskop.

Bekraf Ajak Investor Garap Bioskop Rakyat Seperti di Teluk Gong
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56 Marcella Zalianty dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf saat meninjau bioskop rakyat Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengajak investor berpartisipasi dalam pengadaan bioskop-Bioskop Rakyat seperti yang segera beroperasi di Pasar Teluk Gong, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Triawan menilai, pengadaan bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong bisa dijadikan peluang bisnis supaya investor tak hanya mengutarakan investasi mereka di pusat perbelanjaan mewah saja.

"Saya ingin investor besar lirik pilot ini, ini bukan hanya sebuah bisnis, ini adalah sebuah pilot, model bagi para pebisnis lihat kemungkinan lain di luar mal mewah," tutur Triawan saat meninjau Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong, Jumat (8/3/2019).

Triawan mengapresiasi bioskop rakyat yang sedang dibangun sebagai sebuah model percontohan.

Tukang Becak Sampai Penjual Kosmetik Berharap Untung Hadirnya Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong

Karenanya, Bekraf nantinya akan mengajak sejumlah investor melihat langsung bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong ketika sudah beroperasi.

"Kita undang orang untuk datang ke sini, diundang untuk bikin, malah bisa bikin lebih bagus dari sini dengan kelas yang sama. Kalau sekarang kan kita ngawang-ngawang, kita mau bikin seperti apa nggak ada contoh," katanya.

Meski semangat mengajak para investor untuk berkecimpung membangun bioskop serupa, Triawan juga menilai bahwa investor mesti menghitung secara matang keuntungan dari pengadaan bioskop rakyat.

Triawan tak menampik bahwa nantinya memang investor tidak akan balik modal secara cepat.

Suasana bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (8/3/2019).
Suasana bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (8/3/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Namun, dengan pangsa pasar perfilman di Indonesia yang semakin baik, Triawan yakin bioskop rakyat bisa menjadi wadah para investor untuk sekaligus memajukan perfilman Indonesia.

"Minimal harus breakeven dulu, jangan rugi, tapi itu akan men-drive traffic, men-drive image, dan ujung-ujungnya perfilman nasional akan lebih baik lagi," katanya.

Bioskop rakyat ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2019. Saat ini, pembangunan masih dalam tahap penyelesaian bagian teater dalam bioskop tersebut.

Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong Hanya Tayangkan Film Indonesia

Adapun nantinya bioskop rakyat Pasar Teluk Gong akan memiliki dua teater yang masing-masing berisi 112 kursi.

Untuk diketahui, bioskop rakyat itu dibangun atas kerja sama antara Perumda Pasar Jaya dan PARFI 56. Groundbreaking bioskop itu dilakukan pada November 2018 lalu.

Menurut rencana, bioskop akan mengincar pasar kelompok berpenghasilan menengah ke bawah dan akan menayangkan film-film buatan Indonesia.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved