Pemilu 2019

Dikirim Lewat Kapal, Logistik Pemilu Berangkat ke Kepulauan Seribu Seminggu Jelang 17 April

Setelah dikirimkan menggunakan satu unit kapal, logistik Pemilu akan ditampung sementara di Pulau Pramuka.

Dikirim Lewat Kapal, Logistik Pemilu Berangkat ke Kepulauan Seribu Seminggu Jelang 17 April
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Gudang Logistik KPU Kepulauan Seribu di Lantai 4 Gedung Mitra Praja, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pengiriman logistik Pemilu 2019 ke Kabupaten Kepulauan Seribu rencananya dilakukan sepekan sebelum Pemilu berlangsung.

Logistik berupa surat suara, kotak suara, bilik suara, dan peralatan lainnya rencananya dikirimkan lewat jalur laut pada Rabu (10/4/2019) mendatang.

Plt Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Seribu, Charly Siadari mengatakan logistik akan dikirimkan melalui Dermaga Marina Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Setelah dikirimkan menggunakan satu unit kapal, logistik Pemilu akan ditampung sementara di Pulau Pramuka.

"Itu nanti akan kita bawa menuju Dermaga Marina Ancol untuk mengarah ke pulau Pramuka. Itu ada satu unit kapal ke Pulau Pramuka," kata Charly, Jumat (8/3/2019).

Kediaman Tersangka Kasus Hina TNI Robertus di Depok Tampak Sepi, Penjaga Sebut Keluarga Sedang Pergi

Charly menuturkan, setelah sampai di Pulau Pramuka, logistik akan disebar ke tujuh pulau penduduk dan dua lokasi pengeboran minyak di Kepulauan Seribu.

Penyebaran logistik ke sembilan lokasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 16 April melalui jalur laut dengan menggunakan 9 kapal.

"Itu ada enam kelurahan dan itu ada satu pulau yang jauh, Pulau Sebira itu sendiri, diberangkatkan H-2. Kalo tempat pengeboran minyak biasanya kami kalo logistiknya itu berangkatnya sama juga pas H-2," kata Charly.

Logistik dikirimkan setelah jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sudah diputuskan sesuai rapat Pleno KPU Kepulauan Seribu minggu depan.

Saat ini, jumlah DPT Kepulauan Seribu adalah 19.414 orang. Namun, lanjut Charly, tak menutup kemungkinan jumlah DPT bisa berubah selesai rapat pleno.

"Karena masalahnya kan ini terkait DPT yang masih dinamis jadi kan patokan logistik ini semua dari DPT baru. Nanti dari situ kita bisa memastikan pergeserannya bagaimana. Karena kan kalau sudah sampai di Pulau akan sulit bagi kami untuk logistiknya," kata Charly.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved