Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong Hanya Tayangkan Film Indonesia

Selain itu, dengan menyediakan bioskop dengan tata kelola independen seperti bioskop rakyat ini, Marcella ingin ada ruang tambah untuk masa pemutaran.

Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong Hanya Tayangkan Film Indonesia
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56 Marcella Zalianty dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf saat meninjau bioskop rakyat Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Bioskop di Pasar Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara hanya akan menayangkan film-film garapan sineas Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56, Marcella Zalianty mengatakan diadakannya bioskop di pasar bertujuan untuk membuat film-film Indonesia dapat diakses kalangan manapun, termasuk kalangan menengah ke bawah.

Selain itu, dengan menyediakan bioskop dengan tata kelola independen seperti bioskop rakyat ini, Marcella ingin ada ruang tambah untuk masa pemutaran film Indonesia.

Hal itu demi mengedepankan prinsip bahwa film Indonesia harus jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong Dibuka April Ini

"Kalau film Hollywood sudah ada tempat yang sangat berkualitas. Jadi memang ini supaya kita pengen banget film Indonesia jadi tuan rumah. Saya membuat ini dan mengutamakan ini untuk memberikan ruang tambah bagi perfilman nasional," kata Marcella saat meninjau bioskop rakyat Teluk Gong, Jumat (8/3/2019).

Marcella menuturkan film-film yang diputar di bioskop nantinya tak hanya film-film hasil garapan rumah produksi berskala besar saja, tapi juga film lokal dengan produksi independen.

Karenanya, selain pemutaran film konvensional di teater, nantinya juga bakal ada pusat kegiatan kreatif di bioskop rakyat tersebut.

"Itu untuk memberikan ruang tambah tidak hanya untuk filmmaker mainstream tetapi juga untuk film terbaik dari komunitas film dokumenter terbaik. Kalo mereka bisa dapet penghargaan dan prestasi di luar negeri kenapa masyarakat Indonesia nggak bisa nonton," tutur Marcella.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mendukung berdirinya bioskop rakyat ini.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved