Massa Aksi Ancam Gelar Demo Tiap Jumat Bila DPRD Tak Cabut Saham Perusahaan Bir

Mereka menilai, minuman keras (miras) merupakan awal dari aksi premanisme yang kerap terjadi di ibukota Jakarta.

Massa Aksi Ancam Gelar Demo Tiap Jumat Bila DPRD Tak Cabut Saham Perusahaan Bir
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Aksi massa dari Jawara Betawi dan Front Pembela Islam (FPI) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Aksi massa dari Jawara Betawi dan Front Pembela Islam (FPI) mengancam akan berunjuk rasa setiap Jumat bila tuntutan mereka yang menginginkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prassetyo Edi Marsudi mencabut sabut saham PT Delta Djakarta Tbk tidak dikabulkan.

Hal ini diungkapkan Imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin saat menyampaikan orasinya di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat.

"Kami akan bertemu dengan perwakilan DPRD DKI Jakarta, bertemu dengan ketuanya. Tapi jika sudah bertemu dan Ketua DPRD DKI Jakarta tetap menolak melepas saham, kamk akan lakukan aksi unjuk rasa setiap Jumat," ucapnya, Jumat (8/3/2019).

Mereka menilai, minuman keras (miras) merupakan awal dari aksi premanisme yang kerap terjadi di ibukota Jakarta.

Untuk itu, mereka meminta DPRD DKI Jakarta melepas sahamnya di perusahaan bir tersebut.

"Jangan rusak warga DKI Jakarta dengan bir, jangan legalkan minuman keras di Jakarta," ujarnya dengan suara lantang.

Seperti diketahui, unjuk rasa ini sendiri merupakan bentuk aksi dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda mencabut saham kepemilikan PT Delta Djakarta Tbk.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, aksi massa mulai berdatangan ke Jalan Kebon Sirih di depan Kantor DPRD DKI Jakarta sekira pukul 13.20 WIB.

Mereka datang dengan mengenakan sejumlah kendaraan roda dua dan sebuah truk yang digunakan sebagai mobil komando.

Kenakan Pakaian Khas Jawara Betawi, Massa Aksi Mulai Kepung DPRD DKI Jakarta

Suami Bunuh Istri, Pelaku Sempat Pura-pura Murung saat Warga Temukan Mayat Membusuk dalam Rumah

Sebuah kain putih pun dibentangkan di depan Kantor DPRD DKI Jakarta. Bagi masyarakat yang setuju dengan aksi ini bisa membubuhkan tanda tangannya sebagai bukti dukungan penarikan saham di PT Delta Djakara Tbk.

Kebijakan pelepasan saham milik Pemprov DKI Jakarta terhadap PT Delta Djakarta Tbk sendiri telah diajukan oleh Gubernur Anies Baswedan.

Namun, kebijakan ini ditolak oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi lantaran PT Delta Djakarta Tbk dianggap memberikan deviden bagi keungan daerah.

Adapun, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki saham di PT Delta Djakarta Tbk sejak 1970 sebesar 26,25 persen.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved