Breaking News:

Ahsan/Hendra ke Final All England Open 2019, Ubah Tempo Permainan Hingga Berjuang Tahan Cedera

Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menjadi wakil Tanah Air yang melaju ke final All England Open 2019

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Y Gustaman
Badminton Indonesia
Aksi ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, pada laga hari pertama Piala Thomas 2018 yang berlangsung di Thailand pada Minggu (20/5/2018). BADMINTON INDONESIA 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menjadi wakil Tanah Air yang melaju ke final All England Open 2019.

Duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melangkah ke babak final seusai meraih kemenangan dengan skor 21-19, 21-16 atas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) pada semifinal yang berlangsung di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu (9/3/2019).

Pada partai puncak, Ahsan/Hendra akan menjumpai pemenang duel antara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).

Laga tersebut dijadwalkan menjadi partai terakhir pada babak semifinal All England Open 2019.

Jalannya pertandingan

Gim pertama segera berlangsung ketat. Kamura/Sonoda dapat unggul lebih dulu, tetapi Ahsan/Hendra bisa berbalik unggul 3-2.

Susul-menyusul poin kemudian terjadi. Namun, Ahsan/Hendra mampu lepas dari tekanan lawan dan memimpin 7-5.

Keunggulan tersebut dapat dipertahankan dengan baik oleh juara All England 2014 itu hingga poin ke-12.

Di lain sisi, Kamura/Sonoda juga konsisten meraih poin demi mendekatkan skor Ahsan/Hendra.

Ahsan/Hendra sempat meminta challenge atas keputusan hakim garis yang menilai shuttlecock pengembalian mereka jatuh di luar bidang poin.

Namun, challenge tersebut tidak berhasil karena tayangan ulang menunjukkan bahwa shuttlecock pengembalian Ahsan/Hendra keluar melewati garis.

Kamura/Sonoda pun sempat meminta challenge untuk shuttlecock pengembalian Ahsan/Hendra yang mereka anggap melewati garis.

Challenge Kamura/Sonoda ini berhasil dan mengubah skor menjadi 17-17.

Pertandingan gim pertama berlangsung semakin sengit karena Ahsan/Hendra juga mengejar.

Kedudukan terus imbang hingga 19-19.

Ahsan/Hendra lagi-lagi bisa lepas dari tekanan dan meraih dua angka terakhir untuk menutup gim pertama dengan kemenangan.

Pasangan Indonesia memulai gim kedua dengan baik. Mereka sempat meninggalkan Kamura/Sonoda 7-2.

Selisih 5 poin tersebut dapat dimanfaatkan Ahsan/Hendra untuk menjaga jarak dari kejaran lawan.

Namun, mereka sempat tersendat saat mendapatkan poin ke-11.

Hal ini tidak lepas dari Hendra yang terindikasi mengalami cedera yang membuat betisnya dibebat.

Ahsan/Hendra sempat beberapa kali tertahan sebelum mendapat poin.

Cedera yang dialami Hendra kerap membuat dia melakukan kesalahan sendiri yakni smes yang membentur net sehingga membuahkan poin untuk pasangan Jepang.

Kamura/Sonoda bahkan sempat nyaris mendekatkan skor menjadi 17-16.

Akan tetapi, hal itu belum cukup untuk meruntuhkan mental bertanding duet berjulukan The Daddies tersebut.

Kerja sama Ahsan/Hendra untuk mendulang poin berhasil menahan kejaran Kamura/Sonoda.

Mereka pun memastikan kemenangan laga sekaligus satu tempat pada babak final setelah memetik empat poin beruntun.

Kunci Kemenangan Menuju Final
Satu tempat pada babak final All England Open 2019 berhasil diamankan pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Duet yang menempati posisi unggulan keenam itu melangkah ke final seusai menundukkan wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-19, 21-16, di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu (9/3/2019).

Diakui Mohammad Ahsan, salah satu faktor yang membawa mereka meraih kemenangan ialah perubahan tempo main setelah Hendra Setiawan mengalami cedera di betisnya.

"Tadi Hendra tetap mau fight (berjuang), jadi tempo main berubah. Pasangan Jepang juga mau mengubah tempo, ini menguntungkan kami karena mereka jadi lebih banyak angkat bola (shuttlecock)," tutur Ahsan yang dilansir dari Badminton Indonesia.

"Pasti ada kekhawatiran karena pola permainan berganti. Lawan mau memperlambat tempo main dengan menjauhkan pengembalian, tetapi kami sebisa mungkin bermain dengan pola supaya Hendra banyak bermain di depan, meski sebaliknya dia banyak main di belakang. Alhamdulillah, tadi banyak dapat poin juga," kata Ahsan lagi.

Lebih lanjut, Ahsan menuturkan bahwa rotasi yang membawa dia bermain di depan dan Hendra di belakang bukanlah bagian dari strategi awal mereka.

Namun, kondisi di lapangan memaksa mereka untuk bermain seperti itu.

"Sebisa mungkin kami kontrol, kalau tidak bisa pontang-panting," ucap Ahsan.

"Tadi kami juga tidak mau berpikir terlalu jauh, satu-satu saja dulu. Akhirnya kami bisa sampai ke final," kata dia menambahkan.

Indonesia berpeluang menambah wakil ke final melalui pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Bersyukur Capai Final
Setelah lima tahun absen, pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, kembali mencapai babak final pada turnamen All England Open 2019.

Duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos ke babak final All England Open 2019 seusai mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) dengan skor 21-19, 21-16 pada babak semifinal di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu (9/3/2019).

Kali terakhir Ahsan/Hendra menembus babak final All England Open ialah pada tahun 2014.

Saat itu, pasangan ganda putra berjulukan The Daddies tersebut sukses memenangi laga pamungkas dan meraih gelar juara.

Menanggapi keberhasilan melangkah ke final All England Open 2019, Ahsan/Hendra mengaku senang dan bersyukur.

Live Streaming Final All England Open 2019, Ahsan/Hendra Ditantang Wakil Malaysia

Fajar/Rian Gagal Melaju ke Final All England Open 2019, Usai Dikalahkan Wakil Malaysia

Link Live Streaming Liga Inggris: Arsenal vs Manchester United Minggu Malam, Berburu Liga Champions

"Pastinya bersyukur bisa masuk final All England Open 2019. Tentu saja kami senang karena sudah lama tidak ke final All England Open dan sekarang bisa," kata Ahsan yang dilansir dari unggahan Twitter @YonexAllEngland.

Sementara itu, Hendra mengatakan bahwa mereka harus tetap berkonsentrasi di tengah kegembiraan menembus babak final All England Open tahun ini.

Apalagi, pada laga semifinal tadi, Hendra sempat mendapat masalah di betis kanannya.

"Perasaannya tentu saja senang, tetapi kita harus bisa mengontrol diri untuk babak final. Pertandingan belum selesai," kata Hendra.

Pada laga final, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan berhadapan dengan pemenang antara Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dan sesama wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (BolaSport.com)

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved