Ada Biawak Liar, Penghuni Rumah Ini Pusing dengan Bau Bangkai Tikus di Atap Rumahnya

Merasa gentar dengan biawak yang sewaktu-waktu menerjang keluarganya, Rislan pun menyalakan semua penerangan di rumahnya.

Ada Biawak Liar, Penghuni Rumah Ini Pusing dengan Bau Bangkai Tikus di Atap Rumahnya
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Rislan (70) penghuni rumah di Cilandak yang merasa resah dengan kehadiran biawak liar pada Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Rislan (70) warga Jalan Haji Ipin Dalam, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan belakangan ini resah.

Sebab, keberadaan seekor biawak membuat semua penghuni rumah itu merasa terganggu.

Biawak sepanjang sekira satu meter itu acapkali berseliweran di sekitaran rumahnya.

Kemunculan biawak itu pertama kali terciduk oleh sang istri di rumah.

"Awalnya itu ibu melihat seekor biawak masuk ke rumah. Nah ketika melaporkan ke saya, tapi ketika hendak ditangkap itu biawaknya lari menuju atap," kata Rislan kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Senin (11/3/2019).

Merasa gentar dengan biawak yang sewaktu-waktu menerjang keluarganya, Rislan pun menyalakan semua penerangan yang berada di rumahnya.

Kesal Kucingnya Mati Disakiti, Warga Jagakarsa Minta Tolong Petugas Damkar Amankan Biawak Liar

"Malam saya takut enggak bisa tidur, akhirnya lampu rumah saya nyalahin semua," lanjutnya.

Tak hanya resah, penghuni rumah juga terganggu dengan aroma yang menguar tak sedap di dalam rumah itu.

"Kalau ketika kami masuk kamar mandi, itu di atap kamar mandi ada bau bangkai. Sehingga bau. Minta ampun baunya, kami sampai enggak ke kamar mandi," keluhnya.

Rislan pun melaporkan gangguan itu kepada petugas pemadam kebakaran Cilandak Jakarta Selatan.

"Akhirnya saya melaporkan kejadian ini ke damkar. Saat diperiksa, memang ada bangkai tikus yang sudah lama di atap. Tapi saya yakin masih ada lagi bangkai di atas entah itu ayam atau tikus lagi karena masih bau," katanya.

Sayangnya, biawak itu luput dari perhatian petugas damkar lantaran selama penyisiran tidak ditemukan tanda-tanda keberadaanya.

"Ketika diperiksa sama petugas damkar belum ditemukan. Setelah petugas pergi, suara grasak grusuk di atap mulai kembali terdengar. Nanti akan saya laporkan lagi kalau terlihat oleh kami," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved