Boeing 737 Max 8 Kembali Alami Kecelakaan, Pengamat: Sebaiknya Kemenhub Larang Terbang di Indonesia

Pesawat jet penumpang Ethiopian Airlines Boeing 737 ke Nairobi jatuh pada Minggu pagi dengan membawa 149 penumpang dan 8 anggota awak

Boeing 737 Max 8 Kembali Alami Kecelakaan, Pengamat: Sebaiknya Kemenhub Larang Terbang di Indonesia
Istimewa
Pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai Lion Air. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sebuah pesawat jet penumpang Ethiopian Airlines Boeing 737 ke Nairobi jatuh pada Minggu pagi dengan membawa 149 penumpang dan 8 anggota awak, tidak ada yang selamat dalam kejadian tersebut.

Saat terbang, pesawat take off dari Bandara Bole di Addis Ababa pukul 8.38 waktu setempat, sebelum kehilangan kontak dengan menara kontrol hanya beberapa menit kemudian pukul 8.44 pagi.

"Tidak ada yang selamat di dalam pesawat, yang mengangkut penumpang dari 33 negara," kata Perusahaan Penyiaran Ethiopia milik pemerintah, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di maskapai itu.

Penerbangan ET 302 jatuh di dekat kota Bishoftu, 62 kilometer tenggara ibukota Addis Ababa, kata maskapai itu, menambahkan bahwa pesawat itu adalah Boeing 737-800 MAX, nomor registrasi ET-AVJ.

Sebelum terjatuh penerbangan itu memiliki kecepatan vertikal yang tidak stabil setelah lepas landas, kata situs web pelacakan penerbangan Flightradar24 pada feed Twitter-nya.

Saat ini di bandara Nairobi, banyak saudara penumpang menunggu di pintu gerbang, tanpa informasi dari otoritas bandara.

“Kami hanya menunggu ibuku. Kami hanya berharap dia mengambil penerbangan lain atau ditunda. Dia tidak mengangkat teleponnya, "kata Wendy Otieno, menggenggam teleponnya dan menangis.

Dituduh Bunuh Saudara Tiri Presiden Korea Utara, JPU Hentikan Tuntutan Siti Aisyah

Perjalanan Cari Saudara di Jakarta, Royke Diusir Saat Minta Makan di Warung Makan Pasar Senen

Robert Mutanda, 46 tahun, sedang menunggu saudara iparnya datang dari Kanada. "Tidak, kami belum melihat siapa pun dari maskapai atau bandara," katanya kepada Reuters pukul 1 siang, lebih dari tiga jam setelah penerbangan hilang.

"Tidak ada yang mengatakan apa-apa kepada kita, kita hanya berdiri di sini berharap yang terbaik."

Kantor Perdana Menteri Ethiopia mengirimkan belasungkawa melalui Twitter kepada keluarga mereka yang hilang dalam kecelakaan itu.

Halaman
1234
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved