Breaking News:

Daripada Ojol, Yudi Ungkap Alasan Tetap Pilih Jadi Driver Ojek Pangkalan di Stasiun Gondangdia

Di pinggir pagar hijau yang menjadi pembatas antara pejalan kaki dengan jalanan, 15 driver ojek pangkalan berteriak mencari penumpang.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Terlihat satu sampai lima belas driver ojek konvensional sedang menunggu penumpang di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Di pinggir pagar hijau yang menjadi pembatas antara pejalan kaki dengan jalanan, 15 driver ojek pangkalan berteriak mencari penumpang.

"Ojeknya bu, ojeknya pak, Gambir- Gambir, Menteng yuk," teriak seorang driver ojek itu sambil mengangkat tangannya.

Driver tersebut bernama Yudi yang menyatakan, tidak ada keinginan menjadi ojek online (ojol) lantaran sudah lama menjadi ojek pangkalan.

"Ngga tertarik dah, masih enak jadi ojek biasa kayak gini ngga ribet," kata Yudi di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

Yudi menambahkan, dalam satu hari dia bisa mendapat lima sampai 10 penumpang.

"Biasanya ada yang ke Gambir, Menteng, paling jauh ke Rawa Mangun," ujar Yudi sambil memegang besi pagar pembatas.

Penghasilan yang didapat dalam satu hari, lanjutnya, bisa mencapai Rp130 ribu.

"Ya lumayan lah buat jajan-jajan sama makan," ujar Yudi yang sudah lima tahun menjadi ojek pangkalan.

Tak Ingin Naik Angkot, Putri Tetap Menunggu KRL dari Stasiun Jatinegara Menuju Bogor

Terima Forjol, PKS Siap Perjuangkan Nasib Pengemudi Ojek Online

Dia melanjutkan, mulai pukul 06.00 WIB sudah berada di Stasiun Gondangdia untuk mengojek.

"Kalo selesainya ngga tentu, tergantung saya udah dapet berapa penumpang," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved