Ajakan Hubungan Intim Ditolak, Pengamen Aniaya Perempuan 55 Tahun hingga Tak Sadar Diri

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen nekat menganiaya Ely lantaran wanita tersebut menolak diajak berhubungan intim.

Ajakan Hubungan Intim Ditolak, Pengamen Aniaya Perempuan 55 Tahun hingga Tak Sadar Diri
Istimewa/Dok Polsek Metro Tanah Abang
Umar Bakri alias Jagar (baju hitam), pelaku penganiayaan saat ditangkap pihak kepolisian. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Ely alias Ketel (55) mengalami luka parah pada bagian kepada dan sempat pingsan lantaran dianiaya oleh seorang pria bernama Umar Bakri alias Jagar (31).

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen nekat menganiaya Ely lantaran wanita tersebut menolak diajak berhubungan intim.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono menyebut, peristiwa terjadi pada Minggu (10/3/2019) sekira pukul 03.00 WIB di kolong flyover Slipi, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Keduanya saling kenal dan sering bertemu di sekitar TKP. Kemudian saat mereka saling bertemu, pelaku mengajak korban berhubungan badan selayaknya suami-istri," ucapnya, Selasa (12/3/2019).

Namun, lantaran menolak ajakan pelaku, korban yang bekerja sebagai pemulung langsung dianiaya oleh pelaku hingga tak sadarkan diri.

"Pelaku gelap mata kemudian memukul korban dengan tangan beberapa kali dan balok hingga luka-luka dan sempat pingsan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Setelah sadarkan diri, korban langsung melapor ke pihak kepolisian dan pelaku berhasil ditangkap pada Senin (11/3/2019) lalu.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Supriadi menyebut, pelaku tega menganiaya korban lantaran tersulut emosi.

"Dia (pelaku) kan memang pengaman, tidurnya di kolong Slipi. Dia emosi karena korban enggak mau diajak kencan," kata Supriadi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah berkeluarga dan baru satu kali melakukan tindak penganiayaan terhadap korban.

"Pelaku sudah punya istri, pengakuannya sih baru sekali ini pelakukan penganiayaan," ucapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman kurangan selama dua tahun.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved