Breaking News:

Pelaku Sempat Bakar Identitas Korban Sebelum Mayatnya dibuang ke Kali Cibening Bekasi

Pelaku membakar identitas korban dengan tujuan agar jenazahnya tidak dapat diketahui saat dibuang di Kali Cibening.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Pembunuh mayat dalam karung saat adegan menghantam korban dengan menggunakan tabung gas di Bekasi, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Pelaku pembunuhan mayat dalam karung yang ditemukan di saluran Kali Cibening, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, sempat membakar identitas korban.

Hal itu diketahui saat pelaku Daeng meperagakan adegan ke-17 rekonstruksi yang berlangsung di rumah kontrakan pelaku di Gudang Arang, Jalan Caman Raya Utara,Jakasampurna, Bekasi Barat, Selasa, (12/3/2019).

"Tersangka Daeng ke kamar untuk mengambil dompet milik korban. Daeng menuju luar untuk membakar dompet dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) milik korban," kata Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Herman Edco, di lokasi kejadian.

Pelaku membakar identitas korban dengan tujuan agar jenazahnya tidak dapat diketahui saat dibuang di Kali Cibening. KTP dibakar di belakang rumah kontrakan pelaku.

Kasus pembunuhan ini dipicu lantaran cinta segitiga antara pelaku Daeng, Wati dan korban bernama Eljon Manik.

Mayat dalam Karung di Bekasi, Pelaku Gunakan Karung Beras Setelah Pukul Korban Pakai Tabung Gas 3 Kg

Polisi Potongan Surat di Saku Pria yang Tewas dari Lantai 3 PIM 2: Ada Kata Puas dan Rela Mati

Korban pada Sabtu, 2 Maret 2019 pagi datang ke kontrakan pelaku. Maksud dan tujuannya sesuai adegan yang dilakukan pada saat rekonstruksi yakni ingin mengambil anak laki-laki yang baru dilahirkan Wati.

"Pintu dibukakan, kemudian korban langsung masuk ke dalam kamar, langsung mencari Wati dengan tujuan mengambil bayinya sambil mengatakan 'mana anak yang sama Wati?'" kata Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Herman Edco, di Bekasi.

Korban secara paksa merebut anak bayi laki-laki, lalu menggendongnya dan berniat kabur. Namun, tersangka Daeng berhasil menghadang dan terjadi cekcok antara keduanya.

Saat korban sedang marah, Daeng memukul korban dengan tabung gas tiga kilogram sebanyak satu kali ke arah muka sebelah kiri dengan posisi korban yang jatuh dengan bayinya. Wati langsung mengambil bayi tersebut.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved