Cerita Nurul Amalia, Petugas Kebersihan Berusia 18 Tahun Bercita-Cita Jadi Pengacara

Berprofesi sebagai petugas kebersihan tidak membuat Nurul Amalia mengurungkan impiannya menjadi seorang pengacara.

Cerita Nurul Amalia, Petugas Kebersihan Berusia 18 Tahun Bercita-Cita Jadi Pengacara
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Nurul (18), petugas kebersihan di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat ditemui TribunJakarta.com, Rabu (13/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Berprofesi sebagai petugas kebersihan tidak membuat Nurul Amalia mengurungkan impiannya menjadi seorang pengacara.

Remaja 18 tahun itu justru semakin termotivasi untuk mewujudkan cita-citanya.

Saat ini, Nurul tengah bekerja keras mengumpulkan pundi-pundi Rupiah dari gajinya sebagai petugas kebersihan di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Sekarang lagi ngumpulin uang buat daftar kuliah, Insya Allah akhir tahun ini," katanya kepada TribunJakarta.com, Rabu (13/3/2019).

"Pengennya sih ambil jurusan hukum, pengen jadi pengacara biar bisa bantu orang," tambahnya.

Nurul baru satu bulan bekerja di Taman Puring, seusai lulus dari SMA Makarya Agung, Ciledug, Tangerang.

"Kemarin-kemarin sempat cari kerja lain tapi agak susah. Kebetulan ada lowongan di sini, ya sudah masuk sini," ujarnya.

Dalam mewujudkan ambisinya menjadi pengacara, Nurul tidak mendapat dukungan dari kedua orangtuanya yang sudah lama cerai.

Ia kini tinggal bersama bibinya di bilangan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

"Orangtua sudah pisah dari saya kecil, dari saya masih kelas 3 SD," tutur Nurul.

Perempuan berhijab itu mengaku sudah jarang bertemu kedua orangtuanya, terutama sang ayah.

Cerita Renawati, Petugas Kebersihan Taman Puring Berstatus Sarjana Pertanian

Minimal Angkut 50 Karung, Petugas Kebersihan Kanal Banjir Barat Pernah Kumpulkan 100 Karung Sampah

Ia pun merasa iri ketika melihat anak-anak seusianya tampak akrab dengan orangtua mereka.

"Udah setahun tidak ketemu ayah, kalau ibu baru tiga bulan lalu, masih kontekan lewat HP," kata Nurul.

"Sedih pasti. Liat anak-anak lain jalan sama orangtuanya, pengen kayak gitu. Kalau harapan (orangtua rujuk), pengen sih. Tapi memang sudah tidak bisa."

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved