Alasan Pedagang Bubur Ayam Gratiskan Dagangannya ke Penghafal Al Quran: Dulu Saya Buta Agama

Pulang dua tahun sekali. Di sana saya istilahnya hidup bebas. Dari kecil saya tidak kenal agama. Pas 5 tahun belakang saja saya baru belajar," katanya

Alasan Pedagang Bubur Ayam Gratiskan Dagangannya ke Penghafal Al Quran: Dulu Saya Buta Agama
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Hamami (35) pemilik Bubur Ayam gratis dengan setor hapalan surah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Hamami (35), penjual Bubur Ayam gratis dengan setor hapalan surah Al Quran mengungkapkan bahwa dirinya dulu buta soal agama.

"Saya tuh dulunya juga buta soal agama. Di kampung saya tinggal itu 90 persennya pemabuk. Saya SD saja tidak lulus. Dari kecil saya sudah kerja bantu Ibu karena Bapak sudah meninggal dari saya masih di kandungan. Pas 15 tahun saya ke Jakarta ngelamar ke Perusahaan buat jadi ABK di kirim ke Taiwan. Pulang dua tahun sekali. Di sana saya istilahnya hidup bebas. Dari kecil saya tidak kenal agama. Pas 5 tahun belakang saja saya baru belajar huruf hijaiyah," kata Hamami pada TribunJakarta.com, Jumat (15/3/2019).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan jika awal mula dirinya belajar huruf hijaiyah karena bermimpi.

"Jadi saya itu sebelumnya mimpi ada dua orang laki-laki memakai baju putih. Salah satunya menunjukan ke saya ada sumur yang di dalamnya terdapat api. Apinya seperti meluap. Lalu saya cerita ke Ibu saya, Kartini, dan dia cuma bilang mungkin itu hidayah buat kamu. Dari situ saya baru teketuk untuk belajar agama. Isteri saya, Endang juga ikut membantu. Alhamdulillah selama 5 tahun belajar agama saya sudah bisa menghapal 5 juz, Insya Allah," kata ayah satu anak ini sambil menangis.

Gerobak Bubur Ayam
Gerobak Bubur Ayam (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Diberitakan sebelumnya, jika Hamami memiliki usaha Bubur Ayam di Jalan Raya Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Ia menggratiskan Bubur Ayamnya sejak 5 bulan lalu, tiap Jumat dengan syarat setoran minimal 3 surah dari Juz 30 di Al Quran.

Dengan tujuan sama-sama belajar.

Awalnya menggratiskan Bubur Ayam ini karena nazar atau janjinya untuk selalu bersedekah.

Namun menurut Hamami, sejak saat itu justru dirinya malah merasakan dampak yang positif.

Gerobak Bubur Ayam
Gerobak Bubur Ayam (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Mulai dari isterinya yang hamil setelah sekitar 4 tahun menikah belum dikaruniai anak, omset tiap hari Jumat yang bisa mencapai Rp 500 ribu, dan terbelinya Sepeda Motor untuk keperluan sehari-hari.

Bubur Ayam yang buka tiap hari mulai pukul 06.30 WIB, juga rencananya akan menggratiskan tiap mangkuk Bubur Ayam setiap hari Jumat bukan lagi bersyarat dengan setoran surah.

Harga yang ditawarkan oleh Hamami untuk tiap mangkoknya Rp 9 ribu.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved