Kisah Menyamar Jadi Pelanggan, Buktikan Praktek Prostitusi di Apartemen Kebagusan City

Praktek Prostitusi di Apartemen Kebagusan City. Ini kisah TribunJakarta.com menyamar jadi pelanggan untuk membuktikannya.

Kisah Menyamar Jadi Pelanggan, Buktikan Praktek Prostitusi di Apartemen Kebagusan City
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana penyisiran yang dilakukan pihak pengelola dan perangkat pemerintahan Kebagusan di Apartemen Kebagusan City yang disinyalir adanya prostitusi online pada Kamis (14/3/2019) 

Saat memasuki kamar, terdapat satu PSK lagi yang tengah duduk di ruang tamu sembari merokok.

Lucy kemudian mengarahkan saya menuju kamar tidur yang terbuka.

Nasib sial akhirnya mendera Lucy, dalam waktu sebentar, pihak pengelola dan Satpol PP langsung menggerebeknya seperti yang dialami Aurel.

Lucy dan Aurel sempat mengelak saat ditanyai oleh pihak pengelola.

Namun akhirnya mereka berdua mengakui sebagai PSK setelah pihak pengelola menunjukkan riwayat percakapan yang telah berlangsung.

Prostitusi Online di Apartemen Kebagusan City Terbongkar, 10 Orang Diamankan Hingga Terungkap Tarif

Gerebek Prostitusi Online Apartemen Kebagusan City, Pengelola Temukan Sejumlah Alat Kontrasepsi

Pihak pengelola Apartemen Kebagusan City, Bernard T Wahyu Wiryanta mengatakan sebenarnya telah menduga praktek ini beberapa waktu silam berdasarkan laporan dari pihak keamanan.

"Jadi sore itu sekira pukul 4 ada laporan dari security kalau ada orang mencurigakan (prostitusi online) sudah mulai banyak dari hasil pantauan CCTV. Makanya kita melakukan patroli virtual di dunia maya," ungkap Bernard.

Saat dilakukan pengecekan di dunia maya, terjaring 15 akun pelaku dari aplikasi Michat, Twitter hingga WeChat yang menawarkan jasa seks di area apartemen.

"Ini kan trennya berubah, sekarang tidak ada muncikarinya lagi. Dengan aplikasi ini mereka langsung menjajakan diri ke user," lanjutnya.

Namun, Bernard mengakui pihaknya tidak bisa serta merta membawa ke ranah kepolisian.

"Juga tidak mentransmisikan materi pornografi. Jadi kita tidak bisa jerat mereka karena unsur pidananya tidak terpenuhi. Baik UU UTE maupun pasal perzinahan dan human trafficking," tuturnya.

Untuk itu pihak pengelola bekerjasama dengan Kelurahan Kebagusan melalui Satpol PP membantu merazia dan menangkap para pelaku kemudian dibawa menuju dinas sosial untuk dilakukan pembinaan.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved