Breaking News:

Pilpres 2019

Ini Faktor Mengapa Ridwan Kamil dianggap Mampu Dongkrak Suara Jokowi di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dipandang dapat menjadi kunci kemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin di Jabar.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erlina Fury Santika
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat VII dari PSI, Habib Muannas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Sosok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dipandang dapat menjadi kunci kemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII Purwakarta, Karawangan, Kabupaten Bekasi dari Partai Solideritas Indonesia (PSI) Habib Muannas.

"Jawa Timur dan Jawa Tengah merupakan basis suara Pak Jokowi, kita yakin di dua provinsi itu menang, dan saya yakin juga ini (kemengan) akan diikuti di Jawa Barat, bukan tanpa alasan pertama, Gubernur Ridwan Kamil, sudah tegas menyatakan dukungan penuh dan full kepada Pak Jokowi," kata Muannas, saat menggelar nonton bareng (nobar) debat calon wakil presiden (cawapres) di @Hom Hotel Tambun Selatan, Bekasi, (17/3/2019).

Selain itu kata dia, 22 dari 27 kepala daerah di Jawa Barat juga secara tegas memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin. Kondisi ini kata dia yang menjadi pembeda dengan Pilpres 2014 lalu, di mana Prabowo Subianto kala itu menang di Povinsi Jawa Barat.

"Saya kira situasi ini akan mempengaruhi. Kemudian temuan kita di 250 titik di lapangan, kita bertemu dengan warga, mereka sangat mengapresiasi, memang ada isu hoaks, ada kegelisahan Pak Jokowi suaranya tergerus akibat isu itu, tapi sedikit demi sedikit bisa kita tekan," paparnya.

10 Janji Maruf Amin di Debat Cawapres: Belanja Murah, Kartu Prakerja hingga Cegah Orang Sakit

Soal Kritik dari Sandiaga Uno terhadap Pemerintah, Maruf Amin: Oposisi Kerjanya Memang Mengkritik

Selain itu, pengaruh Maruf Amin juga dipandang sangat mempengaruhi pemilih di Jawa Barat teturama kaum santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU).

"Kemudian pengaruh pak KH Maruf akan mempengaruhi pondok pesantren di Jawa Barat, itu juga memberikan dampak yang signifikan," jelas dia.

Sementara itu, khusus di Kabupaten Bekasi, Muannas mengatakan, pada Pilpres 2014, Jokowi-JK hanya meraih 38,01 persen atau 555.733 suara. Jokowi-JK saat itu hanya menang di 1 dari 23 kecamatan, yakni Muara Gembong.

"Pada tahun 2014, Jokowi belum bisa maksimal di Kabupaten Bekasi dan kita tidak ingin hal itu terulang. PSI dipastikan mesin partai maksimal bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved