Satu Keluarga Tewas

Jawab Dakwaan Jaksa, Terdakwa Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Jalani Sidang Kedua

Dalam eksepsi kali ini, kuasa hukum menilai ada ketidakjelasan dalam dakwaan yang pada pekan lalu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jawab Dakwaan Jaksa, Terdakwa Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Jalani Sidang Kedua
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sidang kedua terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Bekasi, Haris Simamora jalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin, (18/3/2019).

Pantauan TribunJakarta.com, Haris nampak tenang dalam mejalani sidang kedua kali ini, mengenakan kemeja putih dan celana hitam, terdakwa mendengarkan eksepsi yang dibacakan kuasa hukumnya.

Dalam eksepsi kali ini, kuasa hukum menilai ada ketidakjelasan dalam dakwaan yang pada pekan lalu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Haris Simamora didakwa melakukan pembunuhan berencana empat orang anggota keluarga Daperum Nainggolan. Selain itu, berdasarkan bukti-bukti yang didapat, Haris juga diketahui melalukan kejahatan pencurian usai menghabisi nyawa korbannya.

Warga Korban Kebakaran Krukut Butuh Bantuan Selimut

Pasal yang didakwakan pasal 340 pembunuhan berencana KUHPidana, dan 363 KUHPidana, kumulatif karena ada fakta setelah membunuh terdakwa sempat mengambil barang barang milik korban.

Sidang kedua digelar di ruang sidang utama PN Bekasi, sidang kasus pembunuhan satu keluarga ini dipimpin Majelis Hakim Musa Arif Aini serta anggotanya Djuyamto dan Syofia M Tambunan.

Haris merupakan tersangka kasus pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan, di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada 12 November 2018.

Dalam Sidang Jaksa Sebut Haris Simamora Habisi Nyawa Dua Anak Korban, Khawatir Aksinya Ketahuan

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, kepada pihak kepolisian, Haris mengaku membunuh Daperum Nainggolan dan Istrinya Maya Boru Ambarita dengan menggunakan linggis saat keduanya tengah tertidur.

Sementara, dua anak Daperum, Sarah (9) dan Arya Nainggolan (7), dibunuh dengan cara dicekik hingga tewas.

Pembunuhan didasari motif sakit hati lantaran Haris yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban kerap dihina.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved