Massa SPAMT Bajak 2 Truk Tangki BBM Gara-gara Tuntutan Tak Dikabulkan Sejak 2016

Dua unit truk tangki bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas 32.000 liter dibajak oleh massa dari Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT).

Massa SPAMT Bajak 2 Truk Tangki BBM Gara-gara Tuntutan Tak Dikabulkan Sejak 2016
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Truk tangki milik pertamina yang sempat dibajak oleh massa dari Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT), Senin (18/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dua unit truk tangki bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas 32.000 liter dibajak oleh massa dari Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT).

Truk berpelat B 9214 TFU dan B 9575 UU itu dibajak pagi tadi sekira pukul 05.00 WIB di Gerbang Tol Ancol dan dibawa menuju kawasan Istana Negera, Jakarta Pusat.

Wadi Atmawijaya, perwakilan SPAMT menyebut, aksi pembajakan dilakukan secara spontanitas sebagai buntut dari kekecewaan atas tuntutan mereka sejak tahun 2016 yang hingga kini belum terealisasikan.

"Kami spontanitas karena didasari rasa kecewa kami sehingga kami nekat membawa armada mobil tangki di depan istana," ucapnya, Senin (18/3/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya sejak tahun 2016 telah menuntut pembayaran upah atas pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh dua anak perusahaan milik PT Pertamina, yaitu PT Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petropin.

"Aksi kami ini tindaklanjut dari aksi kami dari mulai 2016, permasalahan pelanggaran hak normatif pekerja di lingkungan perusahaan BUMN anak perusahaan pertamina," ujarnya.

Wadi menjelaskan, PHK secara tidak manusiawi melalui pesan singkat yang dilakukan dua perusahaan tersebut menyebabkan ratusan anak sopir truk tangki terpaksa putus sekolah.

Belum lagi, ia menambahkan, sebanyak 148 orang pekerja yang sudah bekerja puluhan tahun kini nasibnya terlunta-lunta akibat tidak diberikannya upah atas PHK sepihak itu

"Dampak bagi kami ada 120 anak teman kami yang usia wajib belajar putus sekolah," kata Wadi.

"Kedua, ada 148 teman kami yang sudah memasuki usia pensiun harus hidup terlunta-lunta karena hak-haknya tidak dibayarkan," tambahnya.

Tawa Penonton Pecah saat Maruf Amin Bahas Infrastruktur Langit, Sandiaga Uno Langsung Beri Isyarat

Atasi Pengangguran, Maruf Amin Singgung Pemerintah Sudah Bangun Infastruktur Langit

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, kedua truk tangki yang pagi tadi dibajak oleh sekelompok orang ini telah diamankan pihak kepolisian.

Kini, truk tangki itu berada di dalam konplek Monumen Nasional (Monas). Sementara dua orang sopirnya, yaitu Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul dibawa pihak kepolisian menuju Polres Jakarta Utara untuk dimintai keterangan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved