Ruang Kerja Ketua Umum Disegal, PPP: Kami Hargai Keputusan KPK

Penyegelan ini merupakan buntut dari ditetapkannya mantan Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy sebagai tersangka kasus korupsi.

Ruang Kerja Ketua Umum Disegal, PPP: Kami Hargai Keputusan KPK
YouTube/Najwa Shihab
Arsul Sani 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruang kerja Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di kantor DPP partai berlambang Ka'bah tersebut.

Penyegelan ini merupakan buntut dari ditetapkannya mantan Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy sebagai tersangka kasus korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen PPP Arsul Sani mengaku menghargai keputusan KPK menyegel ruang kerja Ketum PPP yang berada di lantai 2 gedung yang terletak di Jalan Pangerang Diponegoro No 60, Menteng, Jakarta Pusat.

"Yang jelas prinsipnya kami sudah sampaikan, kami menghormati kewenangan KPK untuk melakukan proses hukum. Termasuk juga penggeledahan dan penyitaan, ya kami persilahkan saja," ucapnya kepada awak media, Senin (18/3/2019).

"Paling penting kan prosedurnya terpenuhi, soal berita acara, kemudian surat perintah, dan segala macam," tambahnya menjelaskan.

Ia menjelaskan, penyegelan ruang kerja Ketum PPP sendiri sudah dilakukan oleh KPK beberapa waktu lalu setelah lembaga independen tersebut menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus suap seleksi jabatan di tubuh Kementerian Agaman (Kemenag).

"Ya kemarin kalau tidak salah (disegel) ruangannya pak Rommy disegel oleh KPK," ujarnya di DPP PPP.

Anies Baswedan Tinjau Lokasi Kebakaran yang Hanguskan Ratusan Rumah di Krukut Jakarta Barat

Geledah Kantor DPP PPP, Penyidik KPK Bawa 2 Koper

Seperti diwartakan TribunJakarta.com sebelumnya, kurang lebih sebanyak tujuh orang penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Rommy di Kantor DPP PPP.

Penggeledahan dilakukan sejak siang tadi sekira pukul 12.00 WIB dan dari penggeledagan tersebut petugas tampak membawa dua koper berukuran sedang berkelir biru dan kuning.

Penggeledahan ini dilakukan setelah KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus suap seleksi jabatan di Kemenang.

Ia diduga menerima suap dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur berinisial HRS dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik berinisi MFQ.

Rommy sendiri ditangkap oleh KPK bersama sejumlah pejabat Kementerian Agama lainnya saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (15/3/2019) lalu.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved