Sepak Terjang Tompel, Otak Geng Motor Gabores yang Ditembak Mati Polisi

Tompel adalah DPO dari tewasnya pejalan kaki bernama Ivan Saputra (22) di Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (4/3/2019).‎

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Polisi saat menunjukan barang bukti kejahatan yang digunakan kelompok geng motor Gabores 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM‎, PALMERAH - Sepak terjang ‎MM alias Tompel (27)‎ sebagai otak kejahatan di geng motor gabungan bocah rese (Gabores) terhenti usai ditembak mati polisi dini hari tadi.

Sebab, ia ‎berusaha menyerang petugas dengan celurit sewaktu hendak ditangkap di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.‎

Tompel adalah DPO dari tewasnya pejalan kaki bernama Ivan Saputra (22) di Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (4/3/2019).‎

‎Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, Tompel adalah orang yang merekrut anak dibawah umur untuk masuk ke geng motor Gabores.

Namun syaratnya anak-anak tersebut harus berbuat kejahatan sebagai cara mereka mencari jati diri dan eksistensi sebagai geng motor sadis.‎

Diketahui, dari lima pelaku pembegalan yang menewaskan Ivan Saputra (22) tiga diantaranya yakni DO (17), AD (16), dan RO (17) masih berstatus anak dibawah umur.

Sedangkan satu pelaku lain yakni AI (20) yang ditembak di bagian betis kanannya ‎saat hendak ditangkap pada Kamis (14/3/2019).

"TL (Tompel) ini adalah otak dari kejahatan ini, dia yang merekrut anak-anak yang membentuk kejahatan anak-anak ini," kata Edy di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (18/3/2019).

Pengamanan Gudang Logistik KPU Tangsel Longgar, Bawaslu Tegur Lewat Rekomendasi

Alfredo Vera Beberkan Kesuksesan Bhayangkara FC Tampil Sempurna di Penyisihan Piala Presiden 2019

Batik Betawi Terogong Diharapkan Bisa Mendunia

Edy menuturkan, Tompel selalu mencekoki anak-anak geng Gabores itu dengan ganja dan tramadol sebelum mereka beraksi.‎

Karenanya, para pelaku tak segan berbuat sadis terhadap para korbannya lantaran dibawah pengaruh narkoba dan obat terlarang.‎

"TL ini yang mengajak berkumpul untuk dikasih arahan agar bisa berlaku sadis. Sebelumnya mereka juga menghisap ganja, tramadol dan benzo agar berhalusinasi saat berbuat kejahatan agar mereka berani dan sadis," ujar Edy.

Bahkan, lanjut Edy, Tompel juga tak segan berlaku kasar kepada para anggota geng Gabores bila mereka menolak untuk diajak berbuat kejahatan.

"Kalau ada yang enggak mau ikut maka si TL ini tidak segan-segan untuk memukuli anggota geng motor ini. Jadi ini semacam syarat bila ingin dianggap dari mereka," kata Edy.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved