Penembakan di Selandia Baru

Sisir Lokasi Penembakan di Christchurch, Polisi Selandia Baru Sebut Korban Tewas Jadi 50 Orang

Sementara jumlah korban luka juga tercatat sebanyak 50 orang dengan 36 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sisir Lokasi Penembakan di Christchurch, Polisi Selandia Baru Sebut Korban Tewas Jadi 50 Orang
AFP/GLENDA KWEK
Warga Kota Christchurch, Selandia Baru meletakkan karangan bunga untuk mengungkapkan rasa duka terkait penembakan masjid yang menewaskan 49 orang pada Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, WELLINGTON - Jumlah korban tewas dalam insiden penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru dipastikan mencapai 50 orang.

Sementara jumlah korban luka juga tercatat sebanyak 50 orang dengan 36 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepastian jumlah korban tewas tersebut setelah proses pemindahan jenazah para korban dari dua lokasi penembakan rampung dilakukan.

"Kami telah dapat memindahkan seluruh korban dari kedua lokasi kejadian dan dari situ kami dapat menemukan korban lain," ujar Mike Bush, komisaris polisi Selandia Baru, dilansir The Independent, Minggu (17/3/2019).

"Jumlah korban tewas kini berjumlah 50 orang. Saya juga ingin menyampaikan jumlah korban luka juga mencapai 50 orang," ujarnya.

Program Senin Diongkosin, Top Up KMT Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Meningkat

Bush menambahkan, sebanyak 36 korban luka masih dirawat di rumah sakit Christchurch, dengan 11 di antaranya dalam kondisi kritis. Dengan penyelidikan terhadap aksi teror yang terus dilakukan, identitas para korban pun mulai muncul.

Dua orang anak berusia tiga dan empat tahun, serta seorang remaja usia 14 tahun, turut menjadi korban tewas.

Sementara korban luka termuda adalah seorang anak berusia 2 tahun.

Seorang anak lainnya yang berusia 4 tahun telah dipindahkan ke rumah sakit anak Starship di Auckland.

Di antara para korban tewas terdapat warga negara Arab Saudi, Pakistan, Malaysia, Indonesia, Turki, dan Yordania.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved