Cerita Neneng Buat Perempuan Perancis Histeris Gara-gara Soto Ranjau Isi Kepala dan Ceker Ayam

Tak sedikit orang Perancis yang menggandrungi ayam bakar atau soto ayam buatan Neneng dan Yana. Tapi berbeda dengan Soto Ranjau.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Penjual ayam bakar di Warung Prancis, Neneng dan Yana pada Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Tak sedikit orang Perancis yang menggandrungi ayam bakar atau soto ayam buatan Neneng dan Yana.

Keduanya membuka warung makan di Jalan Haji Junaedi Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Banyak warga negara Perancis yang singgah di warung mereka berdua lantaran letaknya berdekatan dengan sekolah Prancis Lyćee Français Louis - Charles Damais Jakarta.

Saat jam istirahat, siswa dari SD hingga SMA dan Guru Sekolah Prancis menyambangi warung milik mereka berdua.

Warung ayam bakar dan soto pun diberi nama oleh seorang guru Perancis menjadi Warung Prancis.

Menurut satu di antara penjualnya, Neneng, dirinya pernah membuat pelanggannya seorang perempuan Prancis teriak histeris.

Penjual ayam bakar di Warung Prancis, Neneng dan Yana pada Selasa (19/3/2019).
Penjual ayam bakar di Warung Prancis, Neneng dan Yana pada Selasa (19/3/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Neneng membuat perempuan itu teriak lantaran pesanan soto milik perempuan Perancis itu tertukar dengan milik pelanggan asal Indonesia.

Kala itu, Neneng membuatkan pesanan Soto Ranjau yang terdiri dari tulang, kaki dan kepala ayam.

"Saya waktu itu kan buatkan soto untuk dua pesanan. Satu pesanan untuk orang perempuan Perancis, satu lagi soto ranjau untuk orang Indonesia. Nah itu tertukar yang berisi kepala ayam ke perempuan Prancis itu," terangnya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Selasa (19/3/2019) di lokasi.

Saat perempuan itu menerima bungkusan berisi soto, seketika ia berteriak histeris.

"Si perempuan itu langsung teriak "Oh my god" sampai histeris gitu berulang kali. Saya sampai kaget. Ternyata bungkusannya tertukar yang itu untuk orang Indonesia," kenangnya.

Rekomendasi Aneka Soto Terbaik di Jakarta, dari Betawi hingga Padang

8 Tempat Makan Siang Murah Meriah di Jakarta, Ada Soto Segar Mbok Giyem

Neneng melanjutkan sebagian besar orang bule takut dengan sajian kepala dan ceker ayam yang dimasukkan ke dalam soto.

"Orang bule itu takut dengan ceker dan ayam. Kebetulan kepala ayam itu ukurannya besar jadinya dia kaget," lanjutnya seraya tertawa mengenang cerita itu.

Neneng dan Yana berjualan dua jenis makanan di waktu yang berbeda di Warung Perancis.

"Saat siang hari hingga jam 3 sore kami buka ayam bakar malamnya jam 6 sore hingga malam hari kami buka chinese food, kalau Sabtu dan Minggu libur," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved