Polisi Sebut Pelaku Perampokan di Johar Baru Saling Kenal di Angkot

Beruntung, saat itu pihak kepolisian sedang mengadakan patroli cipta kondisi di sekitar lokasi kejadian sehingga para tersangka bisa lolos dari maut.

Polisi Sebut Pelaku Perampokan di Johar Baru Saling Kenal di Angkot
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Kapolsek Johar Baru Endy Mahandika (tengah) memperlihatkan sejumlah barang bukti yang disita dari ANT, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, JOHAR BARU - Kapolsek Johar Baru Kompol Endy Mahandika menyebut, tiga pelaku perampokan di wilayahnya baru saling berkenalan di angkutan kota (Angkot) dan langsung nekat merancang aksi kejahatan di kendaraan umum M 12 trayek Senen-Kota.

Ketiga remaja tersebut ialah NC (24) warga Johar Baru, HRN (20) warga Depok, dan AR (26) warga Sawah Besar.

"Ketiga pelaku ini tidak saling kenal. Mereka kenalan begitu saja tapi langsung melakukan tindak kejahatan di kendaraan umum," ucap Kapolsek Johar Baru Kompol Endy Mahandika, Selasa (19/3/2019).

Endy menyebut, salah satu pelaku, yaitu NC memang kerap melakukan tindak pencurian disertai kekerasan di atas angkot.

"Salah satu pelaku, yaitu NC memang menjadi langganan kasus 365 (pencurian dengan kekerasan) spesialis di angkot," ujarnya kepada awak media.

Oleh sebab itu, saat ketiga orang pelaku sempat tertangkap oleh warga, mereka menjadi bulan-bulanan dan nyaris tewas diamuk massa.

Beruntung, saat itu pihak kepolisian sedang mengadakan patroli cipta kondisi di sekitar lokasi kejadian sehingga para tersangka bisa lolos dari maut.

"Melihat ada keributan, kami langsung amankan para tersangka," kata Endy.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga orang tersebut ditangkap pihak kepolisian setelah melakukan pencurian disertai kekerasan terhadap empat orang remaja asal Bantel yang sedang berkunjung ke Jakarta.

Wajah dan Tubuh Seorang Wanita Disayat Sopir Taksi Online, Polisi Berikan Tips Terhindar Pemerasan

Jurkamnas Pastikan Prabowo-Sandiaga Berupaya Angkat Honorer Jadi PNS Jika Terpilih Pilpres 2019

Jelang Drawing Delapan Besar Piala Presiden 2019, Tim Paling Produktif Hingga Top Skor

Saat itu, keempat orang korban sedang naik angkot M12 dari Kota menuju Kemayoran. Namun, korban yang tidak tahu arah diarahkan oleh para pelaku turun di wilayah Johar Baru, tepatnya di bawah flyover Letjen Suprapto.

Setelah turun dari angkot tersebut, keempat tersebut langsung digiring oleh para pelaku menuju sebuah gang sempit yang ada di sekitar lokasi itu.

Setelah memukuli korbannya, ketiga pelaku langsung merampas dua unit ponsel dan uang tunai senilai Rp 350 juta dari tangan korban.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved