Tarif MRT Belum Jelas Jelang Operasi, Pengamat Minta Anies Baswedan Tegas Ambil Keputusan

Pemprov DKI, sebelumnya telah mengusulkan ke DPRD DKI Jakarta bahwa tarif MRT dipatok antara Rp 8.500 per 10 kilometer

TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Pengamat dari Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan, saat memaparkan catatan akhir tahun 2018 terkait kinerja Anies, Kamis (10/1/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengamat Transportasi kota Azas Tigor Nainggolan, meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tegas dan berani mengambil keputusan.

Hal ini, dikatakan Azas menengok besaran tarif MRT yang hingga saat ini belum juga ditentukan. Padahal, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sendiri rencananya bakal diresmikan dan dioperasikan secara komersial di akhir bulan ini.

"Anies harus berani, punya nyali ambil keputusan, jangan takut takut. Respon masyarakat kan bagus tuh saat uji coba MRT, kalau DPRD tak mau kasih subsidi, langsung saja berhadapan dengan masyarakat. Engggak usah ambil pusing lah," kata Azas saat dikonfirmasi, Selasa (19/3/2019).

Pemprov DKI, sebelumnya telah mengusulkan ke DPRD DKI Jakarta bahwa tarif MRT dipatok antara Rp 8.500 per 10 kilometer hingga Rp 10.500 per 10 kilometernya.

Tarif tersebut, sudah disubsidi oleh pemerintah. Dimana, besaran subsidi tersebut adalah sekitar Rp. 21 ribu yang dihasilkan berdasarkan nilai keekonomian MRT sebesar Rp 31.659 per penumpang sekali perjalanan yang dikurangi dengan tarif tiket tersebut.

Stasiun MRT di Bundaran HI Jakarta
Stasiun MRT di Bundaran HI Jakarta (TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH)

"Wajarlah bila disubsidi untuk masyarakat. Tinggalkan saja, Pemprov tak usah dengarkan DPRD jika memang tidak mau mensubsidi biar DPRD berhadapan langsung dengan masyarakat," tegas Azas.

Besaran tarif itu, hingga kini belum juga diputuskan meski MRT Jakarta ditargetkan bakal beroperasi sebentar lagi.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pihaknya masih menunggu proses finalisasi yang berlangsung bersama anggota Dewan.

"Tarif sedang finalisasi di dewan tapi arahnya adalah nanti begitu, perhitungannya berbasis kilometer, dari situ nanti akan ditentukan tarif antar stasiun. Jadi tarifnya misalnya di Blok M, naik dari Blok M turun di Setiabudi, beda dengan naik dari Blok M turunnya di bundaran HI," kata Anies Baswedan.

Ini Profil Lawan Timnas U-23 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020

Mudik Gratis 2019, Kemenhub Akan Menggelontorkan Rp 6,1 Miliar Untuk Kapal Laut Ro-Ro

Kemenhub Siapkan 100 Truk Angkut 3.500 Motor Mudik Lebaran 2019

Azas menilai, besaran tarif Rp 10 ribu untuk sekali naik Moda Raya Terpadu MRT merupakan harga yang wajar. Asalkan, tarif tersebut merupakan tarif yang terintegrasi.

Artinya, masyarakat hanya membayar sekali saja namun bisa menikmati layanan dari beberapa moda trasportasi untuk sampai ke tempat tujuannya.

"Kalau Rp 10 ribu itu wajar asalkan bisa terintegrasi dengan angkutan umum lain dan akses nya juga dibangun agar warga mudah menjangkau MRT," kata Azas.

"Yang penting sekarang Pemprov menyiapkan betul MRT itu agar mudah diakses sehingga fasilitas transportasi massal ini bisa dinikmati masyarakat dan orang mau berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum," pungkasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved