Cerita Dicky Dwi, Kontraktor Muda Asal Bandung yang Bekerja di Proyek Taman Kolong Semanggi Timur

Dicky mengaku senang bekerja di area terbuka. Baginya, kondisi itu membuatnya bisa lebih bersosialisasi dengan banyak orang.

Cerita Dicky Dwi, Kontraktor Muda Asal Bandung yang Bekerja di Proyek Taman Kolong Semanggi Timur
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Dicky Dwi, Pelaksana Lapangan Proyek Wika Pedestrian Semanggi Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SEMANGGI - Di usia yang baru menginjak 22 tahun, Dicky Dwi sudah dipercaya menangani proyek yang cukup besar.

Anak rantau dari Bandung itu kini bertugas sebagai Pelaksana Lapangan Proyek Wika Pedestrian Semanggi Timur.

Sebuah proyek yang lebih dikenal taman atau ruang interaksi kolong Jembatan Semanggi, yang terletak di persimpangan Jalan Sudirman dan Gatot Subroto.

"Saya diproyeksikan 3 bulan. Saya mengawasi, mengarahkan mandor," kata pemuda lulusan teknik sipil Politeknik Negeri Bandung itu kepada TribunJakarta.com, Rabu (20/3/2019).

"Misalnya saya butuh tukang segini, saya bilang ke mandornya. Kalau mandor atau pekerja butuh alat, saya yang mengondisikan lapangan," tambahnya.

Dicky mengaku senang bekerja di area terbuka. Baginya, kondisi itu membuatnya bisa lebih bersosialisasi dengan banyak orang.

Ia juga tidak pernah menjaga jarak dengan para bawahannya, sekalipun orang tersebut lebih tua darinya.

Taufik Gerindra Bantah Kemungkinan Ada Nama Baru Sebagai Calon Wagub DKI Jakarta

Esok, Steve Emmanuel Akan Jalani Sidang Perdana Kasus Penyelundupan Kokain

"Alhamdulillah saya tidak pernah sampai yang marah-marah. Jangan sampai lah," ujarnya.

Namun, Dicky tak selamanya merasakan suka. Sebab, bekerja sebagai kontraktor membuatnya kehilangan banyak waktu berkumpul bersama keluarga dan teman.

"Kalau kontraktor tuh jam kerja tidak sehat. Kedua tidak ada libur, tanggal fotokopian lah, hitam semua. Minggu juga setengah hari karena ada CFD," tutur Dicky.

"Kita dapat libur tiga bulan sekali. Tapi itu harus lihat kondisi lapangan dulu, bisa ditinggal atau tidak," tandasnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved