Uang Dana BOS Rp 111 Juta Raib di Bekasi, Begini Kronologis Kejadiannya

Ditengah perjalanan, tepatnya di dekat Perumahan Tytyan Kencana, mobil yang ia kendarai mulai terasa kempes

Uang Dana BOS Rp 111 Juta Raib di Bekasi, Begini Kronologis Kejadiannya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Rita Yulia Ramdani, kepala SD Negeri Harapan Baru III Bekasi yang jadi korban kehilangan uang dana BOS di Jalan Mochtar Tabrani, Bekasi Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Kasus pencurian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 111 Juta bermula ketika Rita Yulia Ramdani, kepala SD Negeri Harapan Baru III, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mencairkan dana tersebut di Bank BJB cabang Kota Bekasi, Senin, (18/3/2019).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara. Proses pencairan dana BOS kata dia biasa dilakukan bersama bendahara sekolah dan pihak keamanan sekolah.

Menggunakan kendaraan roda empat, Rita berangkat dari sekolah tempatnya mengajar menuju Bank BJB cabang Kota Bekasi, di Jalan Ir Juanda, Bekasi Timur.

Di Bank BJB, Rita sudah ditunggu dengan seorang bendahara dan keamanan sekolah.

"Pas sampai bank saya langsung lengkapi berkas dan tanda-tangani untuk pencairan dana, tapi sebelumnya bendahara sama keamanan saya sudah di sampai di bank duluan," kata Rita.

Selanjutnya, ketika selesai prosedur pencairan uang, ia lantas pergi menuju rapat PGRI di daerah Perwira, Bekasi Utara. Biasanya uang BOS usai dicairkan akan dibawa bendahara dengan didampingi pihak keamanan ke sekolah.

Namun, hari itu uang terpaksa ia bawa lantaran, bendahara sekolah mendapat kabar bahwa saudaranya meninggal dunia dan akan dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB.

"Biasanya kalau abis cairin uang BOS saya ke bank cuma tanda tangan aja, setelah itu uang di bawa sama bendahara, karena dia mau ngelayat, kebetulan dia naik motor sama keamanan, saya naik mobil," jelas dia.

Uang dana BOS yang dicairkan sebesar 121 juta, sebelum raib digondol maling, Rp 10 juta lainnya sudah dipegang bendahara sekolah untuk keperluan percetakan, Rp 111 juta sisanya di bawa menggunakan tas dan dimasukkan ke dalam mobil.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved