Kemenhub: Tarif Ojek Online Jauh Dekat di Bawah 5 Km Rp 10 Ribu

“Jadi jauh dekat (meskipun) di bawah 5 kilometer Rp. 10.000,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi

Kemenhub: Tarif Ojek Online Jauh Dekat di Bawah 5 Km Rp 10 Ribu
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi (tengah), sedang memberi keterangan kepada wartawan di ruang Singosari, gedung Karsa, Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Kementerian Perhubungan hingga kini belum mematok besaran tarif ojek online.  Sebab, belum ada titik temu antara aplikator dan pengemudi mengenai besaran tarif tersebut.

Namun, Kemenhub telah menentukan besaran tarif yang sama untuk jarak tertentu atau flag fall.

“Jadi jauh dekat (meskipun) di bawah 5 kilometer Rp. 10.000,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Kamis (21/3/2019).
Budi menambahkan, tarif tersebut sudah disetujui oleh pengemudi dan aplikator. Namun, untuk tarif di atas 5 kilometer belum ditentukan.

Flag fall rata-rata menerima. 5 kilometer sekitar Rp 10.000,” kata Budi.

Sebelumnya, Budi menyatakan besaran tarif ojek online akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan.

Seorang orator saat menyampaikan aspirasinya di sekitar Taman Inspirasi Monas, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).
Seorang orator saat menyampaikan aspirasinya di sekitar Taman Inspirasi Monas, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019). (TribunJakarta.com/Leo Permana)

Hingga saat ini belum tercapai angka yang disepakati oleh pihak-pihak terkait untuk tarif ojek online.

“Ada beberapa masukan, Rp 2.400 per km kurang lebih itulah dari pengemudi sudah nett," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Akar Keropos, Pohon Tumbang Timpa 2 Pengemudi Ojek Online hingga Kakinya Patah di Sawah Besar

Istri Keluar dari Kamar Mandi dengan Teman, Suami Kalap Karena Dijawab Maaf Aku Salah

Steve Emmanuel: Tampilan Baru, Didakwa Pasal Berlapis dan Beli Kokain Harga Ratusan Juta

Namun, lanjut Budi, angka tersebut tak disetujui oleh pihak aplikator. Pihak aplikator merasa angka itu terlalu tinggi.

“Kalau Rp 2.400 per km kemahalan nanti masyarakatnya meninggalkan. Rp 1.600 per km itu nett kali ya, kalau aplikator itu mintanya antara Rp 2.100 sampai Rp 2.000 per km. Kalau pengemudi Rp 2.400/km sudah nett," kata Budi. (Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kemenhub: Tarif Ojek Online di Bawah 5 Km Rp 10.000

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved