Pemerintah Kota Catat 184 Kasus, Jakarta Pusat Urutan 4 di DKI Soal Penyebaran DBD

Dijelaskan Erizon, indeks IR sendiri diperoleh dari perbandingan antara jumlah kasus DBD dengan banyaknya penduduk yang mendiami suatu lokasi.

Pemerintah Kota Catat 184 Kasus, Jakarta Pusat Urutan 4 di DKI Soal Penyebaran DBD
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sejak awal Januari 2019 hingga pertengahan Maret ini, Pemerintah Kota Jakarta Pusat mencatat ada 184 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya.

"Sampai pertengahan Maret ada 184 kasus dengan IR (Insidens Ratio) sebesar 19,83/100 ribu penduduk," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat Erizon Safari, Kamis (21/3/2019).

Dijelaskan Erizon, indeks IR sendiri diperoleh dari perbandingan antara jumlah kasus DBD dengan banyaknya penduduk yang mendiami suatu lokasi.

Gadeng Pemkot dan BNNK Jakarta Utara Bentuk Tim Sepuluh untuk Cegah Peredaran Narkotika

Ia menyebut, IR ini-lah yang menjadi patokan tingkat kerawanan suatu wilayah terhadap bahaya penyakit DBD.

"Terbanyak di data kesehatan ini bukan berdasarkan jumlah kasus ya, tapi berdasarkan tingginya angka IR," ujarnya menjelaskan.

Angka ini menempatkan wilayah Jakarta Pusat menduduki urutan keempat terbanyak penyebaran penyakit DBD di wilayah DKI Jakarta.

"Sekarang kita ada di nomer empat Jakarta," kata Erizon saat dihubungi TribunJakarta.com.

Ia menambahkan, dari ratusan warga Jakarta Pusat yang terkena DBD, pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa yang disebabkan oleh penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypty tersebut.

"Sampai saat ini tidak ada yang terkonfirmasi kasus meninggal karena DBD di Jakarta Pusat," ucapnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved