Terjaring Operasi Parkir Liar, Pengendara Merengek Minta Pentil Ban Motornya Tak Dicabut

15 mobil dan satu truk pun terpaksa diderek karena parkir di bahu jalan sehingga memperburuk kemacetan panjang saat jam sibuk.

Terjaring Operasi Parkir Liar, Pengendara Merengek Minta Pentil Ban Motornya Tak Dicabut
TribunJakarta/Bima Putra
Operasi penertiban parkir liar yang dilakukan Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Kamis (21/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Puluhan pengemudi sepeda motor yang memarkirkan kendaraannya di trotoar harus mendorong tunggangannya hingga ke bengkel motor akibat pentil bannya dicopot personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan operasi yang dilakukan sebagai tindak lanjut keluhan masyarakat atas maraknya parkir liar.

"Kita merespon keluhan masyarakat tentang pedestrian jalan, jadi pedestrian jalan yang diserobot oleh parkir liar. Hari ini kita lakukan di Jalan Jatinegara Barat, Matraman, Kampung Melayu, dan Dewi Sartika," kata Dahlan di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (21/3/2019).

Dalam operasi yang dibantu personel Satlantas Polres Jakarta Timur dan Polisi Militer, sedikitnya 85 sepeda motor dicabut pentilnya, sedangkan 25 diangkut lalu dibawa ke Samsat Kebon Nanas.

15 mobil dan satu truk pun terpaksa diderek karena parkir di bahu jalan sehingga memperburuk kemacetan panjang saat jam sibuk.

"Setelah ditilang baru kita kembalikan ke yang punya. Sanksi maksimal ditilang Lantas biar jera. Kedepannya kita harap agar parkir pada tempatnya," ujarnya.

Operasi gabungan yang dimulai sekira pukul 15.00 WIB ini membuat pemilik sepeda motor yang sedang berbelanja di wilayah Jatinegara kalang kabut meninggalkan belanjaannya.

Operasi penertiban parkir liar yang dilakukan Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Kamis (21/3/2019)
Operasi penertiban parkir liar yang dilakukan Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Kamis (21/3/2019) (TribunJakarta/Bima Putra)

Mereka berupaya memindahkan sepeda motornya dari atas trotoar ketika melihat kedatangan belasan personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur yang hendak melucuti pentil ban motor.

Jual Tas Bekas Impor dari Korea dan Jepang, Pedagang Mengelih Sepi Pembeli Sejak Isu Penyakit Kulit

Pengamat Sebut Survei Litbang Kompas Masih Kukuhkan Jokowi-Amin Ungguli Prabowo-Sandi

3 Keahlian Will Si Eggboy yang Timpuk Kepala Senator Australia Hingga MUI Kaji Haramkan PUBG

Nahas upaya tersebut tak sepenuhnya berhasil karena jumlah dan gerak personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Satlantas, dan Polisi Militer lebih cepat dari mereka.

"Yah pak, saya kan cuman mau belanja sebentar. Kalau pentil ban motor dicabut nanti saya pulangnya dorong motor dong. Lain kali saya enggak parkir di trotoar deh pak," rengek seorang pemilik motor yang tak dituruti personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur.

Selain diangkut dan dicabut pentil, pemilik sepeda motor yang berada di lokasi juga langsung menerima surat tilang yang dikeluarkan personel Satlantas Polres Jakarta Timur.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved