Info Kesehatan

Kamu Pencinta Minuman Bersoda? Hati-hati, Bisa Picu Risiko Kematian Dini Lho, Begini Alasannya

Bahkan, minum satu minuman soda diet saja dalam sehari bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kamu Pencinta Minuman Bersoda? Hati-hati, Bisa Picu Risiko Kematian Dini Lho, Begini Alasannya
the daily caller
Efek Samping Minum Soda 

TRIBUNJAKARTA.COM - Anda penyuka minuman bersoda? Kebanyakan dari kita sudah tahu, minuman bersoda tidak baik kesehatan.

Tapi, tahukah kamu soda ternyata juga bisa meningkatkan risiko kematian dini? Temuan tersebut didapatkan dari hasil riset terbaru Harvard University.

Soda berlabel "diet" yang diklaim lebih "sehat" sekali pun rupanya memiliki efek yang sama.

Bahkan, minum satu minuman soda diet saja dalam sehari bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dua kaleng soda reguler per hari meningkatkan risiko kematian dini karena penyakit jantung hingga sepertiga.

Lalu, minum minuman bersoda apa pun dalam sehari, bisa meningkatkan risiko kematian prematur karena penyebab apa pun hingga seperlima.

Sempat Tak Restui Anaknya dengan Roger Danuarta, Ayah Cut Meyriska Singgung Kebahagiaan & Harapan

Mobil Mercynya Dipersoalkan Ibunda Nana, Bella Luna Heran: Kenapa Diungkit-ungkit Mobil Pribadi

Rumah Tangga Andhika Pratama & Ussy Sulistiawaty Dikabarkan Retak, Wirang Birawa Singgung Emosional

Minum soda diet masih lebih baik untuk kesehatan, namun jika kamu mengonsumsinya hingga empat kaleng sehari, risiko kematian dini tetap mengintai.

Laporan CNN menyebutkan, minum dua atau lebih minuman dengan pemanis buatan berkaitan dengan risiko stroke karena gumpalan darah, serangan jantung, dan kematian dini pada wanita usia 50 tahun.

Data tersebut berdasarkan studi yang dilakukan American Heart Association dan American Stroke Association.

Studi-studi sebelumnya terkait minuman bersoda dan makanan cepat saji juga menyampaikan enam pemanis buatan yang paling umum digunakan.

Enam pemanis tersebut adalah aspartame, sucralose, saccharin, neotame, advantame, dan acesulfame potassium-k.

Halaman
1234
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved